SOLO, KOMPAS.com-Tidak ada pengamanan khusus pada Pondok Pesantren Al Mukmin, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang dipimpin mantan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba’asyir terkait adanya peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jakarta, pada Jumat (17/7).
"Tidak ada perintah dari pemimpin pondok pesantren agar pengamanan diperketat," kata koodinator piket keamanan pondok pesantren tersebut, Muhammad Syahliayas di Sukoharjo, Minggu (19/7).
Dia mengatakan, pengamanan yang dilakukan masih seperti yang mereka lakukan sehari-hari. "Penjagaan hanya kami lakukan di dua pintu utama pondok pesantren, pintu utama bagi pondok pesantren pria dan pintu pondok pesantran wanita," katanya.
Jumlah yang dikerahkan dalam penjagaan tersebut, lanjutnya, berjumlah sekitar 15 orang yang dibagi di dua pintu utama tersebut. Dia mengatakan, pihaknya melakukan pengamanan dengan menjaga pintu dan berkeliling di seluruh penjuru pondok pesantren.
"Selain itu, aktivitas di pondok pesantren ini juga masih seperti biasa. Tidak ada kondisi yang berbeda setelah adanya kasus bom di Jakarta tersebut," katanya.
Pada berita sebelumnya, Abu Bakar Ba’asyir mengatakan, pelaku peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Jakarta pada Jumat lalu adalah musuh Islam. Dia mengatakan, pihaknya menentang keras tuduhan mengenai pengeboman ini ditujukan kepada umat Islam.
Terkait dengan indikasi pelaku peledakan adalah berasal dari kelompok Islam tertentu, dia mengatakan, hal tersebut jangan diartikan sebagai keinginan umat Islam. "Harus objektif dalam menyikapi kasus peledakan ini agar tidak ada yang dipojokkan," kata Abu Bakar Ba’asyir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang