Tidak Ada Pengamanan Khusus di Ponpes Ba'asyir

Kompas.com - 20/07/2009, 04:42 WIB

SOLO, KOMPAS.com-Tidak ada pengamanan khusus pada Pondok Pesantren Al Mukmin, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang dipimpin mantan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba’asyir terkait adanya peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jakarta, pada Jumat (17/7).

"Tidak ada perintah dari pemimpin pondok pesantren agar pengamanan diperketat," kata koodinator piket keamanan pondok pesantren tersebut, Muhammad Syahliayas di Sukoharjo, Minggu (19/7).

Dia mengatakan, pengamanan yang dilakukan masih seperti yang mereka lakukan sehari-hari. "Penjagaan hanya kami lakukan di dua pintu utama pondok pesantren, pintu utama bagi pondok pesantren pria dan pintu pondok pesantran wanita," katanya.

Jumlah yang dikerahkan dalam penjagaan tersebut, lanjutnya, berjumlah sekitar 15 orang yang dibagi di dua pintu utama tersebut. Dia mengatakan, pihaknya melakukan pengamanan dengan menjaga pintu dan berkeliling di seluruh penjuru pondok pesantren.

"Selain itu, aktivitas di pondok pesantren ini juga masih seperti biasa. Tidak ada kondisi yang berbeda setelah adanya kasus bom di Jakarta tersebut," katanya.

Pada berita sebelumnya, Abu Bakar Ba’asyir mengatakan, pelaku peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Jakarta pada Jumat lalu adalah musuh Islam.  Dia mengatakan, pihaknya menentang keras tuduhan mengenai pengeboman ini ditujukan kepada umat Islam.

Terkait dengan indikasi pelaku peledakan adalah berasal dari kelompok Islam tertentu, dia mengatakan, hal tersebut jangan diartikan sebagai keinginan umat Islam. "Harus objektif dalam menyikapi kasus peledakan ini agar tidak ada yang dipojokkan," kata Abu Bakar Ba’asyir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau