JAKARTA, KOMPAS.com — Maraknya pemberitaan tentang Jakarta Great Sale Festival (JGSF) membuat masyarakat penasaran dan ramai-ramai mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan. Namun, apakah para pengunjung benar-benar membeli? Apakah JGSF meningkatkan omzet penjual?
Di ruangan yang tak luas, Karti, seorang sales counter girl (SPG), dengan ramah melayani pembeli. Beberapa kali ia mengambilkan pakaian yang diminta sang calon pembeli, tetapi setelah beberapa lama, pembeli itu pun meninggalkan Happiness Boutique tanpa membeli satu pakaian pun.
"Yah begitu Mbak, dari tadi banyak yang sudah pilih-pilih, tapi enggak beli. Kayaknya Great Sale ini enggak ada pengaruhnya sama sekali deh," tuturnya kepada Kompas.com di Blok M Plaza, Senin (20/7).
Sejak dimulainya JGSF pada Sabtu tidak ada penambahan pemasukan, total transaksi masih di bawah 20 pengunjung. Karti memperkirakan, penyebabnya adalah masyarakat lebih memilih membeli perlengkapan sekolah daripada baju. "Apalagi customer saya kebanyakan ibu-ibu, pasti uangnya digunakan untuk anak," katanya.
Hal serupa terjadi di toko Stoberi. Toko yang menjual aneka pernak-pernik ini juga tidak mengalami peningkatan transaksi dengan adanya JGSF. Lila (24), kasir Stroberi, menjelaskan, dari pengalaman sebelumnya pengunjung hanya akan ramai pada seminggu awal, setelah itu akan normal, bahkan cenderung sepi. "Sehari setelah Great Sale dibuka, omzet di bawah Rp 2 juta, seharusnya lebih dari itu, ini kan weekend," tuturnya.
Menurut Lila, penyebab sepinya JGSF karena barang-barang tertentu saja yang diskon. Jika stok barang tersebut habis, kecil kemungkinan untuk ditambah.
Penuturan yang sama disampaikan Rahma. SPG Point Break di Blok M Plaza ini belum merasa dampak dari JGSF ini. Dirinya bahkan tidak mengetahui JGSF telah resmi dibuka. "Pembeli justru banyak sewaktu awal libur sekolah. Mereka membeli perlengkapan sekolah. Kalau sekarang berkurang, apalagi sehari setelah bom kemarin," tuturnya.
Pantauan Kompas.com, semakin sore Blok M Plaza semakin dipadati pengunjung. Toko-toko pakaian di lantai dasar sampai lantai lima terlihat didatangi pengunjung, tetapi hanya sedikit yang keluar dengan tas berisi barang belanjaan. Keramaian pengunjung justru terjadi di lantai 6. Antrean panjang tejadi depan loket bioskop. Food court yang ada di lantai 6 ini juga dipenuhi pengunjung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang