Kajari Mamuju Mengaku Kewalahan Tangani Korupsi

Kompas.com - 23/07/2009, 14:39 WIB

MAMUJU, KOMPAS.com - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Lakamis menyatakan kewalahan mengusut sejumlah kasus korupsi yang terjadi di wilayahnya, akibat keterbatasan jumlah personel.
    
"Kasus korupsi di wilayah ini bukannya rumit untuk ditangani, melainkan karena keterbatasan personel yang dimiliki sehingga kami kewalahan," katanya di Mamuju, Kamis.
    
Ia mengatakan Kejari Mamuju hanya memiliki lima personel jaksa untuk mengusut sejumlah kasus dugaan korupsi yang ada di wilayah ini sehingga kasus korupsi yang ditangani lambat selesai karena proses penyelidikan membutuhkan waktu yang lama.
    
Menurut dia, semenjak menjabat sebagai Kajari Mamuju, dirinya telah menangani dua kasus korupsi yaitu kasus dugaan korupsi penyelewengan anggaran dana desa (ADD) di Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo sekitar 100 kilometer dari Kota Mamuju senilai Rp 212 juta.  
    
Kasus korupsi tersebut melibatkan oknum Kepala Desa Tabolang yang berinisial J. Kasus tersebut dapat diselidiki berdasarkan laporan Badan Pengawas Pembangunan Daerah (Bawasda) Kabupaten Mamuju sejak April 2009.
    
Kemudian kasus dugaan korupsi "mark-up" pengadaan tanah untuk pembangunan Kantor Wilayah Departemen Agama (Depag) Provinsi Sulbar seluas lima haktare dengan anggaran sekitar Rp1,9 miliar yang berasal dari APBN.
    
Namun Lakamis tidak menyebutkan oknum yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi Kanwil Depag tersebut karena penyelidikan terhadap kasus itu sedang berlangsung. "Pelaku akan tetap kami umumkan, tapi setelah tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini ditetapkan, yang jelas dalam kasus ini oknum yang diduga pelaku lebih dari satu orang," katanya.
    
Ia meminta warga di wilayah ini untuk mendukung langkah  Kejari Mamuju dalam melakukan pemberantasan korupsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau