Kamus Dialek Jakarta Lestarikan Dialek Betawi

Kompas.com - 23/07/2009, 21:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Perkembangan bahasa Betawi yang semakin cepat mendorong niat Abdul Chaer untuk merevisi karyanya yang ia buat dalam edisi 1976 lalu. Menurut seorang ahli linguistik dari Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Universitas Khatolik Atmajaya, Bambang Kaswanti Purwo, kamus yang merupakan revisi dari karya Abdul Chaer tahun 1976 ini lebih lengkap dengan penambahan ungkapan dan peribahasa.

"Hal ini bagus karena semua unsur bahasa Betawi harus dipahami dan dilestarikan," katanya dalam seminar peluncuran Kamus Dialek Jakarta, Jakarta, Rabu (23/7).

Sementara itu, sang penulis, Abdul Anwar, mengatakan, kamus ini tidak hanya berisi tentang bahasa dan dialek Betawi, tetapi juga bahasa lain yang digunakan di Jakarta.

"Bahasa yang digunakan di Jakarta itu bukan hanya bahasa Betawi, tapi juga ada bahasa dan dialek lain, misalnya Melayu dan bahasa Indonesia sendiri. Karenanya, kamus ini ingin mengkaji berbagai bahasa dan dialek itu," ujarnya.

Sementara itu, ia juga mengatakan, tujuan menulis revisi kamus itu untuk memberikan informasi formal terhadap warga Jakarta atau Betawi, pada khususnya tentang dialek yang digunakan sehari-hari.

Penggunaan kata Jakarta, lanjutnya dalam judul kamusnya, memang sengaja tidak diubah dengan tujuan agar cakupan dialektikanya lebih luas.

Peneliti dari Betawi Foundation, JJ Rizal, mengatakan, isi dari kamus yang baru ini lebih memberi petunjuk bagi warga Betawi atau pengguna bahasa Betawi mengenai kaidah verbal yang baik dan benar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau