JK-Wiranto Paling Awal, SBY Ciumi JK

Kompas.com - 25/07/2009, 10:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rapat pleno penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Presiden 2009 resmi dibuka pukul 10.00 ini.

Pasangan nomor urut 3, JK-Wiranto tiba paling awal di ruang sidang utama lantai 2, Kantor KPU, tempat digelarnya acara ini, sekitar pukul 09.57. JK yang menggunakan batik hijau ditemani cawapresnya, Wiranto, yang menggunakan batik berwarna abu-abu.

Begitu memasuki ruangan, JK dan Wiranto langsung menebarkan senyumnya dan menghampiri seraya menyalami Timkamnas SBY-Boediono. Selain itu, tampak juga Timkamnas JK-Wiranto, Ali Mochtar Ngabalin, Burnanudin Napitupulu, serta Yuddy Chrisnandi.

Sekitar pukul 10.00, pasangan SBY-Boediono tiba. SBY yang menggunakan batik merah tampak kompak dengan cawapresnya, Boediono yang juga mengenakan batik berwarna merah. Begitu tiba, SBY lantas menghampiri JK dan sempat cium pipi kanan dan kiri. SBY juga menghampiri Timkamnas Mega-Prabowo untuk memberikan salam.

Di kubu SBY-Boediono, tampak Timkamnas-nya, di antaranya Hatta Radjasa, Tifatul Sembiring, Anas Urbaningrum, Ruhut Sitompul, Zulkifli Hasan, Suryadharma Ali, Hadi Utomo, Marzuki Ali, dan Syarif Hasan. Adapun di kubu Mega-Prabowo, antara lain Gayus Lumbuun, Arif Wibowo, dan Firman Jaya Daeli.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau