Debut Menawan Zhirkov

Kompas.com - 26/07/2009, 03:13 WIB

BALTIMORE, JUMAT - Yuri Zhirkov, pemain Rusia yang diboyong Chelsea 6 Juni lalu, baru empat kali mengikuti sesi latihan tim barunya. Namun, dalam debutnya melawan AC Milan pada ajang World Football Challenge di Baltimore, Amerika Serikat, Jumat (24/7), ia langsung unjuk gigi dengan gol penentu kemenangan Chelsea 2-1 (1-1).

Zhirkov (25) masih bermasalah dengan kemampuannya berbahasa Inggris. Lebih dari tiga tahun silam ia telah disarankan Roman Abramovich—taipan Rusia yang kini jadi bosnya di klub— untuk belajar bahasa Inggris. Hingga saat digaet Chelsea dari CSKA Moscow dengan harga 18 juta poundsterling (Rp 286 miliar), ia belum belajar bahasa itu.

Kini, ia masih kesulitan berkomunikasi lisan dengan rekannya di Stamford Bridge. Namun, di lapangan, ia membuktikan diri mampu mengatasi hambatan itu melalui bahasa sepak bola yang lebih universal. Debutnya selama 84 menit melawan AC Milan berbicara banyak soal itu.

Zhirkov dipasang pelatih Carlo Ancelotti di posisi gelandang kiri dalam skema 4-4-2 dengan formasi diamond di lini tengah. Ia awalnya lebih dikenal sebagai bek kiri, seperti yang dijalani di Piala Eropa 2008 saat membela Rusia. Namun, karena sudah ada Ashley Cole yang sulit tergantikan di bek kiri, ia diplot di sayap kiri.

Striker Didier Drogba membuka kemenangan Chelsea lewat golnya pada menit ke-7. Setelah membuang peluang di menit ke- 19 saat tendangan Andrea Pirlo diblok kiper Petr Cech, Milan menyamakan 1-1 lewat gelandang Clarence Seedorf, menit ke-38.

Di babak kedua, menit ke-69, Zhirkov melepaskan tendangan kaki kiri yang meluncur mulus ke gawang kiper Milan, Zeljko Kalac. Itu bola tembakan ketiga Chelsea, diawali Andriy Shevchenko yang ditepis Kalac, lalu diulangi Frank Lampard yang mengenai tubuh salah satu pemain Milan.

”Yuri bermain sangat bagus. Bagus bagi dia bisa mencetak gol saat debut. Tentu, begitu semakin paham dengan setiap pemain, ia bakal tampil lebih baik lagi,” ujar Nicolas Anelka, yang jadi starter berduet dengan Drogba.

”Ronaldinho” Rusia

”Zhirkov bukanlah kejutan. Ia pemain baru dan masih kesulitan beradaptasi pada posisinya,” kata Ancelotti, sang pelatih. ”Itu normal, ia harus bekerja dengan timnya dan penting baginya dapat mencetak gol. Kami pikir, ia pemain yang sangat bagus.”

Zhirkov, yang dijuluki ”Ronaldinho-nya Rusia” dan berstatus pemain termahal di negerinya, ditahbiskan sebagai pemain terbaik laga. Hadirnya Zhirkov dapat membuat Joe Cole, yang biasa menempati posisi gelandang kiri, terancam duduk di bangku cadangan. Cole tidak ikut tur ke AS karena masih memulihkan diri dari cedera.

Milan, yang kini dipoles pelatih Leonardo, sebenarnya juga tampil mengesankan. Ronaldinho, playmaker tim, mulai menemukan lagi sentuhan emasnya lewat sejumlah kreasi serangan yang dia bangun meski kerap gagal direspons rekan-rekannya.

Minggu atau Senin WIB, Milan menjalani laga terakhir melawan Inter Milan. Chelsea, yang Rabu lalu menekuk Inter 2-0, menghadapi Club America (Meksiko).

Barcelona tertahan

Di Piala Wembley, Sabtu dini hari WIB, Barcelona ditahan Tottenham Hotspur 1-1. Gelandang muda Tottenham, Jake Livermore, menggagalkan keunggulan juara Spanyol itu, menit ke-83.

El Barca unggul dulu melalui gol striker Bojan Krkic pada menit ke-32. Itu laga perdana mereka setelah menorehkan gelar treble pada musim lalu.

Dari pemain starter di final Liga Champions, Mei lalu, hanya gelandang Yaya Toure yang dipasang pelatih Pep Guardiola. Para bintang, seperti Lionel Messi, Thierry Henry, Xavi, dan Andres Iniesta, dibangkucadangkan.

Piala Wembley diikuti empat tim, termasuk Celtic (Skotlandia) dan Al-Ahly (Mesir), berlangsung tiga hari, dan berakhir hari Minggu ini. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau