SURABAYA, KOMPAS.com - Pebulu tangkis tunggal putra Pelatnas Pratama bertumbangan di babak kedua kejuaraan Djarum Sirkuit Nasional Jawa Timur 2009, yang berlangsung di GOR Sudirman Surabaya, Selasa (28/7) petang.
Hermansah yang turun menghadapi unggulan teratas dari Djarum Kudus, Bandar Sigit Pamungkas, tidak mampu memberi perlawanan berarti. Dia menyerah dua set langsung 14-21 15-21.
Nasib serupa juga dialami Siswanto yang harus mengakui keuletan mantan pebulu tangkis Jaya Raya Suryanaga Surabaya yang di Sirnas ini tampil membawa bendera Spanyol, Stenny Kusuma, dengan straight set 11-21 13-21.
Sehari sebelumnya, sejumlah pemain Pelatnas Pratama juga tumbang di babak awal. Mereka di antaranya Evert Sukamta, Seto Danu Kusuma, dan Adi Pratama.
Sementara itu, wakil Pelatnas lainnya, Ary Trisnanto yang menempati unggulan enam, memastikan lolos ke babak ketiga. Dia menang WO atas Aurelien Saiche dari Perancis. Ary Trisnanto belum sekalipun bertanding karena di babak pertama juga mendapatkan bye.
Finalis Sirnas Tegal 2009, Budi Santoso yang menjadi unggulan ketiga, tidak datang ke lapangan dan dinyatakan kalah WO dari lawannya Wisnu Broto (Suryanaga).
Dua mantan pemain Pelatnas lainnya, Jeffer Rosobin dan Rony Agustinus, yang ambil bagian dalam kejuaraan berhadiah sekitar Rp200 juta ini, masih mampu mengungguli juniornya untuk menuju babak ketiga.
Jeffer yang kini menjadi pelatih di Singapura, menang mudah atas Tan Tony (Suryanaga) dengan 21-13 21-11. Sementara Rony Agustinus membekuk Ridho Akbar 21-17 21-16.
"Saya tidak pasang target apa-apa di kejuaraan ini, hanya sekadar ikut meramaikan. Kebetulan lawan yang saya hadapi kemampuannya masih di bawah saya," kata Jeffer yang mantan juara Asia 1996 itu.
Selain Budi Santoso, pemain unggulan lainnya di nomor tunggal putra yang belum terhadang, seperti Fauzi Adnan (2), Indra Bagus Ade Chandra (4), Ardiansyah Putra (5), dan Ariyanto Hariyadi.
Ketua Panpel Sirnas Jatim, Wijanarko Adimulya, mengatakan tumbangnya beberapa pemain Pelatnas Pratama tidak terlalu mengejutkan karena mereka baru mengikuti pertandingan, setelah selama tiga bulan terakhir menjalani latihan fisik berat di Akademi Militer (Akmil) Magelang.
"Mereka punya potensi bagus pada masa depan. Kalau latihan teknik sudah digenjot, saya yakin pemain-pemain pratama itu akan semakin bagus kualitasnya," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang