JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda menekankan pentingnya kerja sama regional dan internasional dalam memerangi aksi terorisme. Sejak tahun 2002, aksi terorisme telah bersifat regional.
Para pelakunya tidak hanya berasal dari satu negara, tapi banyak negara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Selain itu, tempat pelatihan kelompok terorisme juga ada yang berlokasi di Filipina selatan.
Guna memberantas terorisme hingga ke akar-akarnya, Menlu mengatakan pentingnya kerja sama intelijen, terutama informasi terkait keberadaan jaringan terorisme. "Selain itu, perlu ada penguatan kapasitas polisi kita, termasuk Densus 88. Peralatan yang canggih untuk proses pendeteksian juga penting," ujar Hassan kepada para wartawan, Rabu (29/7) di Ruang Pancasila Deplu, Jakarta.
Ia menambahkan, intensitas aksi terorisme di Indonesia termasuk rendah. Dalam rentang waktu Juli 2008-Juli 2009, tercatat setidaknya terjadi 94 aksi terorisme di Asia. Dari data tersebut, sebagian besar terjadi di Pakistan dan Afganistan. Hassan mengakui, setiap aksi terorisme, di mana warga asing menjadi korban, selalu menjadi perhatian internasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang