Jaya Hartono Tiba di Bandung

Kompas.com - 30/07/2009, 14:54 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Calon pelatih Persib Bandung pada musim mendatang, Jaya Hartono, sudah tiba di Bandung, Rabu (29/7) pagi. Jaya hadir bersama dengan bek Persib musim lalu Hariono.

Rencananya, Jaya dan Hartono akan bergabung dengan tim Persib yang dijamu Selangor FC di Stadion Shah Alam Selangor, Malaysia, Jumat besok.

Jaya menyatakan siap menukangi Persib pada Liga Super Indonesia 2009/2010 yang rencananya mulai bergulir Oktober mendatang. Ia sudah memiliki rancangan daftar pemain yang akan berseragam biru meskipun dirinya belum terikat kontrak secara resmi.

"Susunan pemain akan saya sampaikan pada manajemen sepulang dari Selangor nanti," kata Jaya. Ia akan hadir di Selangor untuk memantau pemain yang berpotensi membela Maung Bandung.

Pelatih yang membawa Persib menempati peringkat ketiga pada liga musim lalu ini telah menetapkan hati untuk melatih Persib meski sebelumnya nyaris merapat di Persebaya Surabaya.

"Waktu itu saya sudah hampir deal dengan Persebaya. Namun, Pak Umuh (Direktur PT Persib Bandung Bermartabat) menelepon saya. Ia menanyakan, apakah saya sudah tanda tangan (kontrak) dengan Persebaya? Apakah sudah ada uang muka? Saya jawab belum," kata Jaya.

Mendengar jawaban itu, Umuh lalu meminta dirinya memikirkan kembali kontrak dengan Persebaya.

 

Kontrak

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Jaya akhirnya tidak pernah menandatangani kontrak dengan Persebaya. Manajemen "Bajul Ijo" pun kelimpungan. Jaya mengabaikan godaan nilai kontrak yang ia sebut jauh dari jumlah yang ia dapat dari Persib pada musim lalu. Apa pun dampaknya, kini Jaya telah berada di Bandung.

"Saya sungguh-sungguh ingin melatih Persib. Kesungguhan itu saya tunjukkan dengan kehadiran saya di sini meski belum ada penandatanganan kontrak," kata pria yang tiba di Bandung dengan kereta api dari Kediri ini.

Bek disiplin Persib musim lalu, Hariono, yang sebelumnya akan diboyong Jaya ke Persebaya pun kembali menambatkan pilihannya di Persib. "Saya pilih Persib karena adaptasi di sini lebih mudah," kata Hariono. Ia juga menolak tawaran sejumlah klub LSI, seperti Persija Jakarta, Persela Lamongan, dan Persik Kediri.

Umuh pun tersenyum mendapati bek itu telah berada di Bandung. "Tinggal diikat saja. Pembicaraan kontrak lebih mudah karena dia sudah ada di sini. Nanti dia juga ikut ke Malaysia. Tentu pembicaraan bisa lebih intensif," kata pengusaha yang musim lalu menjabat sebagai Asisten Manajer ini.

Umuh menyatakan tidak akan mencampuri kewenangan Jaya dalam menyusun skuad Persib. Meskipun demikian, Jaya merasa perlu berkonsultasi dengan Umuh selaku juragan.

Kemarin, Jaya mengutarakan ketertarikannya untuk merekrut mantan pemain Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, Abanda Herman, dan Ismet Sofyan. Ia juga menyebut nama bek PKT Bontang, Wilfreido Galeano Genes.

Sepertinya, Jaya merancang lini belakang Persib untuk digalang Maman Abdurahman dan Nova Ariyanto yang telah bergabung dengan tim Persib ke Selangor, dan Hariono. Satu posisi lagi akan menjadi milik Wilfreido atau Abanda.

Angan-angan itu tidak akan terwujud bila tidak didukung oleh dana. Terlebih lagi, PT PBB masih kekurangan dana untuk membeli pemain. Sejumlah perusahaan pun masih didekati oleh Umuh.

"Mudah-mudahan pembicaraan dengan BNI Life mulus. Kalau berhasil, Persib tidak akan kekurangan dana hingga akhir musim," ujar Umuh optimistis.

Perjanjian dengan produsen peralatan olahraga Diadora pun ia sebut sudah dalam tahap tinggal tanda tangan saja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau