Meski Pahit, Selesaikan Masalah Pemilu!

Kompas.com - 31/07/2009, 12:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilu 2009 , baik legislatif maupun pemilihan presiden, masih menyisakan berbagai permasalahan. Mulai dari kisruh DPT, daftar pemilih ganda, hingga dugaan kesalahan penghitungan suara. Dua tim pasangan capres, Mega-Prabowo dan JK-Wiranto, secara resmi telah melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Tuntutannya tak main-main, jika terbukti ada kecurangan, keduanya mengharapkan pemilu ulang di provinsi yang bermasalah.

Pengamat politik, Yudi Latief, mengatakan, para stakeholder baik pemerintah dan KPU harus menerima penyelesaian MK, meski pun hasilnya pahit dan membutuhkan waktu panjang.

"Permasalahan pemilu harus diselesaikan biarpun pahit. Ini perkara besar yang tidak bisa dianggap angin lalu," kata Yudi, pada diskusi 'Pemilu Legislatif, Pemilihan Presiden dan Masalahnya', di Gedung DPD, Jakarta, Jumat (31/7).

Ia mengatakan, pembiaran terhadap dugaan pelanggaran pemilu telah merusak dan merupakan bentuk kejahatan terhadap demokrasi. "Jangan menyudutkan orang-orang yang tengah menempuh jalur hukum. Bukan persoalan menerima kekalahan atau tidak. Tapi, siapa saja yang menang harus dengan cara yang benar dan tidak bisa mem- by pass prosedur serta menggunakan kekuasaan untuk menekan penyelenggara pemilu," ungkapnya.

Oleh karena itu, Yudi berharap, MK yang menjadi pertaruhan akhir bagi pasangan yang mensinyalir ketidakberesan bisa menjalankan fungsinya secara independen. "MK harus lepas dari tekanan ketakutan. Hukum harus berdiri dengan independen," kata Direktur Eksekutif Reform Institute ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau