Juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, mengatakan, serangan itu untuk menggarisbawahi bahwa Pemerintah Afganistan tidak bisa mengontrol situasi keamanan di sekitar Kabul, menjelang pemilu presiden.
Dia mengklaim kelompoknya menembakkan 11 roket, sembilan ditujukan ke bandara internasional dan dua ke markas besar Angkatan Darat Afganistan.
Dia memperingatkan akan menembakkan lebih banyak lagi roket di kemudian hari.
Serangan roket jarang terjadi di ibu kota Kabul, tetapi pernah mencapai kawasan permukiman dekat markas besar NATO dan kompleks kedutaan negara-negara Barat pada masa lalu.
Ditembakkan dengan pengatur waktu, roket-roket itu sering kali ditembakkan dari jarak jauh, dari bukit-bukit di sekeliling kota itu, tetapi sering kali tidak akurat. Meski demikian, serangan roket itu juga terkadang membunuh atau melukai warga.
”Suaranya sangat nyaring, suara yang luar biasa. Saya kira pada saat itu rumah kami roboh,” kata seorang pelajar sekolah menengah atas berusia 17 tahun, Elaha. Dia mengatakan terluka di tangan dan dadanya karena sebuah roket yang mendarat di luar gedung apartemennya.
Korban lainnya, Muhibullah (21), mengatakan, ledakan itu membuatnya terlempar ke ruangan lain dan menjadikan apartemennya penuh dengan asap hitam dan debu. ”Saya melihat darah keluar dari kaki. Saya sangat ketakutan, saya kira saya kehilangan kaki, tetapi itu hanya sebuah sobekan kecil,” katanya.
Di lokasi peristiwa, Mayor Ghulam Rasul dari Angkatan Darat Nasional Afganistan mengatakan meyakini roket-roket itu merupakan roket jarak jauh time BM1, yang bisa ditembakkan dari tempat peluncuran kecil di darat, beberapa kilometer dari targetnya. ”Ibu kota dijaga ketat. Mereka pasti menembakkannya dari jarak jauh,” kata Rasul.
Kolonel Fatih Uddin, kepala keamanan di kediaman Menteri Dalam Negeri yang rusak akibat roket itu, memperkirakan, bangunan itu kemungkinan bukan target utama serangan. ”Tentu saja, target utama tampaknya Kedutaan AS,” katanya.
Sedangkan Kedutaan AS mempertanyakan kemungkinan itu. ”Tidak ada indikasi roket-roket itu ditargetkan ke tempat-tempat tertentu di Kabul,” kata juru bicara kedubes AS, Fleur Cowan.
Wakil Kepala Kepolisian Kabul Mohammad Khalil Dastyar mengatakan, terlalu dini untuk mengetahui dengan pasti apa tujuan para penyerang. Dia menyebutkan ada tujuh roket yang ditembakkan dari timur laut Kabul, sebelum pukul 05.00.
”Mereka hanya berusaha menyabotase dan menciptakan ketegangan di Kabul,” tambah Dastyar, sambil menambahkan bahwa serangan roket itu tidak merusak bandara internasional.
Beberapa suara tembakan sporadis terdengar segera setelah serangan roket-roket itu, tetapi polisi tidak mengetahui siapa yang melepaskan tembakan-tembakan itu. Taliban sebelumnya telah mengancam akan mengganggu pemilu 20 Agustus, meski Presiden Hamid Karzai meminta Taliban ikut memilih.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang