Indonesia Mulai Ekspor Mercedes Tahun Depan

Kompas.com - 05/08/2009, 13:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai salah satu basis produksi Mercedes-Benz, Indonesia tak hanya dikonsentrasikan untuk menggarap pasar lokal, tetapi juga merambah pasar regional, ASEAN. Dalam hal ini, produk dikhususkan pada kendaraan komersial, yaitu truk dan bus.

Di Indonesia, produk Mercedes-Benz, sedan dan kendaraan komersial, dirakit oleh PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI) di Wanaherang, Cibinong, Bogor. Sebelum mengekspor truk yang diproduksinya, MBI akan meningkatkan kandungan lokal perakitan sasis truk dan bus yang dibuat di Indonesia.

"Saat ini local content untuk sasis truk dan bus baru berkisar 30 persen. Akhir tahun ini akan ditingkatkan, dan berharap, bisa memenuhi 40 persen pada pertengahan tahun depan. Kami baru memulai skema ekspor," ungkap Presiden Direktur MBI Rudi Borgenheimer di Jakarta, awal pekan ini.

BMI telah menyiapkan dana 1,5 juta dollar AS untuk menambah kandungan lokal dari vendor domestik. Nah, dengan skema local content 40 persen, MBI akan memanfaatkan perjanjian ASEAN Free Trade Area (AFTA) untuk memasarkan produknya ke negara ASEAN lainnya.

Salah satu keuntungannya, produsen hanya dibebani bea masuk 5 persen. Dengan ini, akan diperoleh daya saing yang tinggi untuk masuk ke negara lain. "Jumlah unit yang diekspor nanti dijelaskan lagi. Kita belum sampai ke arah itu dulu," beber Rudi.

Investasi
Di sisi lain, MBI terus meningkatkan investasinya sepanjang 2009. Kalau ditotal, jumlah investasinya tahun ini nyaris 10 juta dollar AS.

Selain kebutuhan di atas, dana ini akan digunakan untuk beberapa hal, seperti meningkatkan kualitas dan memperluas jaringan dealer MBI di Indonesia 2 juta-3 juta dollar AS. Selanjutnya, membeli peralatan pengujian untuk produk E-Class terbaru yang akan dirakit completely knock down (CKD) kuartal terakhir tahun ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau