JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai salah satu basis produksi Mercedes-Benz, Indonesia tak hanya dikonsentrasikan untuk menggarap pasar lokal, tetapi juga merambah pasar regional, ASEAN. Dalam hal ini, produk dikhususkan pada kendaraan komersial, yaitu truk dan bus.
Di Indonesia, produk Mercedes-Benz, sedan dan kendaraan komersial, dirakit oleh PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI) di Wanaherang, Cibinong, Bogor. Sebelum mengekspor truk yang diproduksinya, MBI akan meningkatkan kandungan lokal perakitan sasis truk dan bus yang dibuat di Indonesia.
"Saat ini local content untuk sasis truk dan bus baru berkisar 30 persen. Akhir tahun ini akan ditingkatkan, dan berharap, bisa memenuhi 40 persen pada pertengahan tahun depan. Kami baru memulai skema ekspor," ungkap Presiden Direktur MBI Rudi Borgenheimer di Jakarta, awal pekan ini.
BMI telah menyiapkan dana 1,5 juta dollar AS untuk menambah kandungan lokal dari vendor domestik. Nah, dengan skema local content 40 persen, MBI akan memanfaatkan perjanjian ASEAN Free Trade Area (AFTA) untuk memasarkan produknya ke negara ASEAN lainnya.
Salah satu keuntungannya, produsen hanya dibebani bea masuk 5 persen. Dengan ini, akan diperoleh daya saing yang tinggi untuk masuk ke negara lain. "Jumlah unit yang diekspor nanti dijelaskan lagi. Kita belum sampai ke arah itu dulu," beber Rudi.
Investasi
Di sisi lain, MBI terus meningkatkan investasinya sepanjang 2009. Kalau ditotal, jumlah investasinya tahun ini nyaris 10 juta dollar AS.
Selain kebutuhan di atas, dana ini akan digunakan untuk beberapa hal, seperti meningkatkan kualitas dan memperluas jaringan dealer MBI di Indonesia 2 juta-3 juta dollar AS. Selanjutnya, membeli peralatan pengujian untuk produk E-Class terbaru yang akan dirakit completely knock down (CKD) kuartal terakhir tahun ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang