"Perang Saudara" Mendominasi Babak Perempat Final

Kompas.com - 05/08/2009, 21:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Babak perempat final turnamen Astec Indonesia International Challenge 2009 akan didominasi pertandingan sesama pemain Indonesia. Nomor ganda campuran yang nyaris menghadirkan "perang saudara", karena tiga dari empat partai yang akan berlangsung mempertemukan pasangan-pasangan dari Tanah Air.

Ganda campuran unggulan pertama, Anggun Nugroho/Endang Nursugianti, akan bertemu pasangan bekas Pelatnas Cipayung, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa. Sebelumnya, dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Rabu (5/8), Anggun/Endang yang pekan lalu juara Sirkuit Nasional di Surabaya menaklukkan kompatriotnya, Lingga Lie/Keshya Nurvita Hanadia, dengan 19-21, 21-16, dan 21-16. Sementara itu, Hendra AG/Vita juga menang atas rekan senegaranya, Sandi Dharma Kusumah/Elsa, dengan 14-21, 21-15, dan 21-13.

Di partai lain, Irfan Fadhilah/Weni Anggraini akan berhadapan dengan Kevin Alexander/Della Destiara Haris, serta Ricky Widianto/Tika Permatasari Devi melawan I Komang Sandy/Dinig.

Sementara itu, satu partai ganda campuran lainnya tidak mempertemukan sesama pemain Indonesia. Meskipun demikian, ada satu pemain Indonesia yang tampil, yaitu Alvent Yulianto. Mantan pemain pelatnas ini berpasangan dengan pemain Malaysia, Mona Santoso, dan akan menghadapi pemain Vietnam yang merupakan unggulan ketiga, Duong Bao Duc/Thai Thi Hong Gam.

Dengan demikian, sudah bisa dipastikan bahwa Indonesia akan memiliki wakil di semifinal untuk nomor ganda campuran. Bahkan, tidak menutup kemungkinan terjadi lagi "perang saudara" sehingga tiket final berada di tangan.

Nomor tunggal juga mendominasi

Selain ganda campuran, Indonesia juga mendominasi pertandingan di nomor tunggal. Untuk sektor putri, Ana Rovita akan bertemu unggulan kedelapan, Fransiska Ratnasari, dan Elysabeth Purwaningtyas ditantang pemain Thailand yang menyingkirkan Maria Febe Kusumastuti, Jindapon Nitchaon.

Partai tunggal putri lainnya pun mempertemukan sesama pemain Indonesia. Maziyah Nadhir akan menghadapi unggulan keempat Rosaria Yusfin Pungkasari, dan unggulan ketujuh Maria Elfira Christina ditantang juara Sirkuit Nasional di Surabaya, Belleatrix Manuputi.

Untuk tunggal putra, Nandang Arif Saputra menantang pemain Thailand yang merupakan unggulan 15, Vilailak Pakkawat, dan unggulan utama, Dionysius Hayom Rumbaka, ditantang pemain Malaysia, Wong Beryno Jiann Tze. Andreas Adityawarman (unggulan 12) ditantang rekan senegaranya, Adnan Fauzi, sementara Achmad Rivai masih menunggu lawan, pemenang pertarungan Sonoda Keigo dari Jepang vs Cordon Kevin (unggulan 2) dari Guatemala.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau