Soal Refund Tiket MU, Panitia Minta Masyarakat Sabar

Kompas.com - 05/08/2009, 21:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Panitia Lokal (LOC) kunjungan Manchester United (MU) ke Jakarta, Djoko Driyono, di Jakarta, Rabu (5/8), mengakui adanya keterbatasan dana. Ia berharap, masyarakat bersabar menjalani tahapan penguangan kembali (refund) tiket pertandingan yang batal.

Manchester United seharusnya menggelar pertandingan persahabatan melawan tim Indonesia All Star (IAS) di Jakarta, Senin (20/8). Namun, kegiatan itu batal menyusul ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jumat (17/8).

Panitia lokal menyatakan bertanggung jawab penuh mengembalikan uang tiket. Namun, mengingat besarnya uang yang harus dikeluarkan dan keterbatasan jumlah uang yang dimiliki panitia, pengembalian tiket diatur dalam beberapa tahap.

Saat ini, LOC sudah menyelesaikan pengambalian tiket tahap pertama, yaitu pengembalian tiket yang dibeli langsung melalui loket penjualan panitia. Nilai pengembalian tiket tahap ini mencapai nilai hampir dua miliar rupiah.

"Kita sudah menyelesaikan refund tahap pertama, yang digelar pada 22 Juli-5 September. Terima kasih kepada semua pihak, terutama masyarakat yang mau bersabar dan bekerja sama sehingga refund berjalan lancar," ujar Djoko.

"Karena masih ada beberapa tahapan, kami masih berharap, masyarakat tetap bersabar. Kami siap bertanggung jawab penuh. Namun, karena keterbatasan anggaran dan demi ketertiban, kami akan menyelesaikan proses ini secara bertahap," lanjutnya.

Panitia menjadwalkan, proses refund masih menyisakan empat tahapan lagi. yaitu:
1. Tanggal 6-20 Agustus untuk pengembalian tiket kategori III (Rp 100.000).
2. Tanggal 6-20 Agustus untuk pengembalian tiket kategori II (Rp 250.000).
3. 5-19 September untuk tiket kategori I (Rp 400.000).
4. Tanggal 20 September dan seterusnya untuk tiket kategori VIP dan VVIP (VIP timur, satu juta rupiah; VIP barat Rp 1,5 juta, dan VVIP Rp 3,5 juta.

Bagi mereka yang membeli tiket melalui panitia lokal, pengembalian tiket dilakukan di Sekretariat LOC di Pintu I Gelora Bung Karno, Senayan pada pukul 11.00-17.00. Bagi yang mendapatkan tiket di rekanan LOC, bisa melakukan refund di tempat pembelian, misalnya Rajakarcis.com, Bank Danamon, dan IndoManUtd. Khusus untuk refund melalui rekanan LOC atau ticket box, transaksi dilakukan mulai tanggal 11 Agustus.

"Jeda itu diperlukan untuk mendistribusikan uang dari LOC ke ticket box-ticket box itu," terang Djoko.

Untuk membantu masyarakat, LOC menyediakan situs www.locrefunds.com. Situs ini menyediakan penjelasan soal pengembalian tiket, termasuk daftar nama pemilik tiket yang membeli melalui Sekretariat LOC. Menurut Djoko, data LOC hanya mencatat 600-800 nama untuk pembelian melalui LOC. Selain nama-nama tersebut, refund dilakukan di rekanan LOC atau ticket box tempat mereka membeli tiket.

Djoko juga mengungkapkan, ada sejumlah kalangan yang sudah menyatakan tidak akan menuntut refund. Djoko berterima kasih atas simpati dan perhatian masyarakat ini.

"Saya tidak tahu jumlahnya, namun dari nilai tiketnya, mencapai Rp 1,5-2 miliar. Panitia berterima kasih dan akan mengapresiasi kepedulian mereka," terang Djoko.

Bentuk apresiasi panitia itu berupa jaminan bahwa tiket MU yang dipegang orang-orang itu berlaku untuk kunjungan MU berikutnya.

"Tiket untuk pertandingan MU dengan tim IAS yang sudah dibeli sudah diputuskan akan tetap berlaku untuk tur MU ke Jakarta tahun depan atau tahun 2011. Seandainya ada kenaikan, itu tak berlaku bagi mereka yang tidak me-refund tiket mereka sekarang," ungkap Djoko.

"Misalnya, pemegang tiket kelas satu seharga Rp 400.000. Bila pada kunjungannya berikutnya harganya naik jadi Rp 500.000, ia tak akan diminta menambah uang. Bahkan, jika naik menjadi satu juta pun, ia sama sekali tak perlu menambah apa-apa," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau