Anak-anak Suarakan Lima Hal untuk Gubernur

Kompas.com - 06/08/2009, 17:27 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com - Pada puncak Hari Anak Nasional Jawa Timur yang dipusatkan di Wisata Bahari Lamongan, disampaikan lima rekomendasi suara anak-anak untuk Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Lima hal yang diajukan ke Pak De Karwo yakni penyediaan fasilitas kota yang layak untuk anak, pendidikan anak, sosial budaya yang terkait hak-hak anak, kesehatan dan perlindungan untuk anak yang membutuhkan perlindungan khusus di Jatim.

Pembacaan lima suara anak itu dilaksanakan oleh Rendi Aditya Prayoga, Elpina, Ardi Juan Saputra dan duta anak yang juga bertindak sebagai dirijen lagu kebangsaan Indonesia Raya pada puncak peringatan Hari Anak Nasional di Jakarta lalu, Mega Pratidina Putr i. Pembawa acara siswa SD Negeri Jetis III Lamongan Ananda Firdausya Ciptananda, pengisi acara baca puisi Radik Woro Dinalar siswa SDN I Kampungdalem, Tulakan, Kabupaten Tulungagung. Pembacaan doa oleh Muhammad Khoirul Rizal siswa SDN Kauman I Klojen, Kota Malang.

Sekolah Gratis dan Gaji Ustadz

Gubernur Jatim Soekarwo menyampaikan program sekolah gratis di Jatim serta pemberian gaji untuk para guru sekolah swasta terutama untuk sekolah yang tidak masuk sistem pendidikan nasional. Pada 2010 nanti semua sekolah wajib belajar 9 tahun gratis termasu k sekolah yang tidak memenuhi syarat pendidikan. Saat ini, sekolah gratis dimulai dengan pilot project di Kabupaten Sampang dan Bondowoso. Sementara untuk ustadz yang biasanya hanya digaji Rp 100.000 hingga Rp 150.000 pada 2010 nanti minimal gajinya akan sama dan lebih besar dari Upah Minimum Kabupaten (UMK), ujar Soekarwo.

Dalam sesi wawancara oleh reporter cilik Ratu Tiana, Soekarwo menyatakan sekolah diniyah, salafiah atau sorogan juga akan diurusi Pemprov Jatim bersama Kabupaten/Kota. Pada tingkat ula atau setingkat SD akan menerima Rp 15.000 per bulan, tingkat wusto ata u setingkat Tsanawiyah Rp 20.000 hingga 25.000 per bulan.  

Sekolah gratis itu termasuk 13 jenis biaya operasional. Kalau ada sekolah yang masih minta sumbangan atau ada dermawan yang mau menyumbang harus seizin kepala daerah melalui Kepala Dinas Pendidikan setempat. Program mini diperkirakan menelan biaya Rp 1,3 triliun melalui sharing dengan kabupaten/kota masing-masing 50 persen, katanya.

Soekarwo berpesan agar anak-anak yang telah dididik dengan cerdas jangan sampai melupakan moral dan agama. Menurut dia, tidak ada gunanya anak cerdas tapi kalau agama, sopan santun dan moralnya tidak bagus. "Saya minta bantuan guru, orang tua dan masyarak at untuk menjadikan anak-anak anak yang cerdas, tapi santun dan berakhlak mulia. Inilah basis pembangunan," katanya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau