Dua Siswa SMP di Bojonegoro Positif Terjangkit A-H1N1

Kompas.com - 07/08/2009, 19:26 WIB

BOJONEGORO, KOMPAS.com — Dua siswa SMP Ngraho Bojonegoro, R (13), siswa kelas II dan D (14) siswa kelas III yang dirawat di RSUD dr Sosodoro Djatiekusumo Bojonegoro dinyatakan positif flu babi. Semula keduanya dirawat di Puskesmas Ngraho. Setelah dicek darahnya di Surabaya dinyatakan positif terjangkit flu babi, maka kedua pasien langsung dirujuk ke RSUD dr Sosodoro Djatiekusumo untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Keduanya masuk ruang isolasi, Sakura, Jumat (7/8) pukul 21.15.

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Hariono menyatakan, Bojonegoro dalam kondisi luar biasa flu babi karena sebelumnya tidak pernah ada flu babi akibat virus influenza tipe A-H1N1. Dua pasien mendapatkan pengawasan serius. "Status KLB ini agar masyarakat lebih waspada, tetapi tidak panik. Orang yang kontak langsung dengan babi, serta warga Bojonegoro yang pernah bekerja di luar negeri juga dipantau khusus," kata Hariyono saat dihubungi Jumat petang.

Sebelumnya pada 4 Agustus lalu ada lapoan puluhan siswa SMP Ngraho menderita flu dan batuk bersamaan. "Dinas Kesehatan Bojonegoro dan Puskesmas Ngraho mengecek dan mendata serta mengambil sampel darah dan air liur dari mereka yang sakit. Sampel itu dikirim k e laboratorium di Surabaya. Hasil tes di laboratorium menunjukkan, R dan D positif terjangkit A-H1N1," kata Hariono.

Hariyono meminta puskesmas yang ada di Bojonegoro terus memantau wilayah masing-masing dan memanfaatkan Tamiflu yang sudah didistribusikan. Ia mengatakan, orangtua yang melihat keluarganya ada yang sakit bisa langsung dibawa ke puskesmas agar penyakitnya bisa dideteksi lebih dini.

Di Bojonegoro tersedia sekitar 5.000 tamiflu, setiap puskesmas mendapatkan 100 tamiflu. Bila ada daerah lain mengalami gejala lebih banyak bisa dilakukan pengalihan atau pergeseran tamiflu. Sebanyak 36 puskesmas dan 68 puskesmas pembantu diimbau melayani warga yang sakit, terutama yang terkena dampak A-H1N1. Hariono mengimbau agar masyarakat berperilaku hidup sehat dan menggunakan air bersih untuk apa saja. Air yang dikonsumsi sebaiknya dimasak.

Humas RSUD dr Sosodoro Djatiekusumo, dr Thomas Djaja, menyatakan, dua pasien itu diketahui terjangkit H1N1 sejak dirawat di Puskesmas Ngraho. Salah satu siswa diduga tertular dari orangtuanya yang bekerja di Pelabuhan Surabaya.

Sementara itu, Ll (13) warga Desa Dinoyo, Kecamatan Deket, Lamongan, juga dinyatakan positif terjangkit virus influenza tipe A-H1N1. Dia dirawat di ruang isolasi RSUD Dr Soegiri Lamongan. Suhu badannya di atas 38 derajat celsius sejak Rabu (5/8).

Ketua Tim Penanganan Flu Babi di RSUD Dr Seogiri Lamongan Suhartadi menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan Tamiflu pada Ll. Sampel darah dibawa ke Laboratorium RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk diuji.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Lamongan M Shochieb menyatakan, pada 27 Juli lalu, Pengurus Ponpes Sunan Drajat memberitahukan ada ratusan santri terserang flu sejak 9 Juli. Dinkes pun menerjunkan tim untuk memeriksa santri yang sakit. Dari sampel cairan hidung dan tenggorokan yang diambil dan diuji laboratorium di Surabaya menunjukkan satu santri positif terjangkit A-H1N1. Sebagai antisipasi, sudah didistribusikan 100 Tamiflu ke setiap puskesmas di Lamongan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau