Community Shields, Barometer MU-Chelsea

Kompas.com - 08/08/2009, 13:47 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Manchester United (MU dan Chelsea dianggap sebagai dua tim paling berpeluang mendominasi Premier League musim 2009-10. Minggu (9/8), di Stadion Wembley, mereka sudah harus bertemu di Community Shield. Sebuah pertarungan juara Premier League dan Piala FA yang bakal menjadi barometer menatap musim depan.

"Kami anggap ini sebagai pertandingan barometer buat kesiapan para pemain. Mereka dalam kondisi memuaskan dan siap bertarung meski harus melalui perpanjangan waktu," kata pelatih MU, Sir Alex Ferguson.

"Setiap bermain lawan Chelsea, ada kebanggaan yang menambah energi kami. Meski Carlo Ancelotti punya sistem permainan sendiri seperti yang dia pakai di AC Milan, dengan formasi berlian dan berbeda dengan gaya Guus Hiddink, mereka sangat pengalaman. Mereka juga punya pemain-pemain hebat," tambah Ferguson.

Namun, MU akan tampil tanpa beberapa pemain intinya. Defender Nemanja Vidic cedera. Wes Brown juga belum sembuh dari cedera. Sedangkan kiper utama Edwin van der Sar juga baru saja cedera. Di bawah mistar, Ferguson harus memilih antara Tomasz Kuszczak dan Ben Foster.

"Ini dilema. Tak mudah membuat keputusan siapa yang bakal menjadi kiper. Tergantung kondisi terakhir mereka. Jika dievaluasi, Kuszczak lebih aktif dan aman. Tapi, saya akan berbicara dulu dengan keduanya," jelas Ferguson.

Yang membuat Ferguson gembira, striker yang baru dibeli dari Newcastle United, Michael Owen, selalu tampil bagus. Dia bahkan mulai sering mencetak gol. "Tak ada keraguan buat Owen. Dia masih mencintai pertandingan dan lapar untuk bermain," katanya.

Apa pun keadaannya, Ferguson menekankan timnya untuk tampil maksimal agar menang. Sebab, gelar itu akan memberi semangat dan kepercayaan diri tim dalam menghadapi musim kompetisi baru. Apalagi, MU merupakan tim yang sudah berubah, setelah ditinggalkan Cristiano Ronaldo dan Carlos Tevez.

"Jika kalah dalam pertandingan terakhir masa libur kompetisi, maka butuh dua atau tiga bulan untuk memulihkan mental yang kecewa," tegasnya.

Sementara itu, Chelsea sendiri juga diganggu cedera pemain. Gelandang yang baru mereka beli, Yuri Zhirkov, dalam kondisi cedera. Namun, secara umum Chelsea lebih lengkap. Itu yang membuat pelatih Carlo Ancelotti begitu percaya diri. Bahkan, dia menegaskan tak butuh pemain baru lagi.

"Saya tak mau menambah pemain lagi, karena skuad yang ada sudah sangat kompetitif," tegasnya.

Tak hanya Ancelotti. Para pemain Chelsea juga percaya diri dengan kondisi tim yang ada. Kiper Petr Cech menegaskan, Chelsea siap menghadapi siapa saja. Dia juga percaya dengan kemampuan dua striker yang akan dipasang Ancelotti, yakni Didier Drogba dan Nicolas Anelka.

"Kami akan menggunakan dua striker yang bakal menakutkan siapa saja. Ini kombonasi yang sempurna. Anda bisa lihat sendiri kerja sama mereka. Yang satu langkahnya bagus dan punya inteligensi tinggi. Satunya lagi bisa membantu striker lainnya untuk mendapatkan bola, membuka ruang, atau bahkan mencetak gol," kata Cech.

Ancelotti memang kemungkinan menerapkan formasi 4-4-2 model berlian. Dua striker yang diisi Anelka dan Drogba, akan didukung gelandang serang yang kemungkinan Frank Lampard.

"Mengalahkan MU di Community Shield tak akan ada artinya, jika kami gagal di Premier League. Kami harus memenangkan setiap pertandingan untuk sukses," tegas Cech. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau