JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri belum memastikan korban tewas dalam baku tembak di Temanggung adalah Noordin M Top. Polisi pun masih merahasiakan kondisi fisik korban yang berjenis kelamin laki-laki itu.
Namun, pengamat intelijen Dynno Chressbon mengaku telah melihat foto jenazah korban dalam operasi antiteror tersebut. Dari foto itu, kematian pria itu diduga akibat ledakan bom. "Terbelah di belakang kepala sampai depan jidat," katanya, Sabtu (8/8).
Secara fisik, lanjut Dynno, jenazah memiliki dagu lebih lonjong jika dibandingkan sketsa wajah Noordin yang disebar polisi. Wajahnya tirus. "Penampilan secara fisik memakai kaus oblong warna coklat dan kalung," ujarnya.
Jika benar yang tewas itu adalah Noordin, polisi masih memiliki buronan lain. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan, buronan itu adalah SJ, perekrut pelaku peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Dani dan Nana. SJ juga yang memesan kamar 1808 Hotel JW Marriott.
"Amir Ibrohim kita tangkap. Dia kerja di Hotel Mulia, Jakarta, selama sembilan bulan. Dia itu direkrut oleh SJ alias AT yang saat ini masih kita kejar," kata mantan Kapolda Kalsel itu.
SJ adalah seorang ustaz yang tinggal satu kawasan dengan Dani di Candraloka, Perumahan Telaga Kahuripan, Kemang, Bogor. Kabarnya, SJ diburu hingga Solo, Jateng.
"Siapa pun yang jadi target operasi adalah kelompok-kelompok pelaku yang sudah teridentifikasi, seperti UR, AJ, PR, ST, ini semuanya jadi target, bukan hanya Noordin M Top," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang