Kepala "Noordin M Top" Luka Parah

Kompas.com - 09/08/2009, 09:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri belum memastikan korban tewas dalam baku tembak di Temanggung adalah Noordin M Top. Polisi pun masih merahasiakan kondisi fisik korban yang berjenis kelamin laki-laki itu.

Namun, pengamat intelijen Dynno Chressbon mengaku telah melihat foto jenazah korban dalam operasi antiteror tersebut. Dari foto itu, kematian pria itu diduga akibat ledakan bom. "Terbelah di belakang kepala sampai depan jidat," katanya, Sabtu (8/8).

Secara fisik, lanjut Dynno, jenazah memiliki dagu lebih lonjong jika dibandingkan sketsa wajah Noordin yang disebar polisi. Wajahnya tirus. "Penampilan secara fisik memakai kaus oblong warna coklat dan kalung," ujarnya.

Jika benar yang tewas itu adalah Noordin, polisi masih memiliki buronan lain. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan, buronan itu adalah SJ, perekrut pelaku peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Dani dan Nana. SJ juga yang memesan kamar 1808 Hotel JW Marriott.

"Amir Ibrohim kita tangkap. Dia kerja di Hotel Mulia, Jakarta, selama sembilan bulan. Dia itu direkrut oleh SJ alias AT yang saat ini masih kita kejar," kata mantan Kapolda Kalsel itu.

SJ adalah seorang ustaz yang tinggal satu kawasan dengan Dani di Candraloka, Perumahan Telaga Kahuripan, Kemang, Bogor. Kabarnya, SJ diburu hingga Solo, Jateng.

"Siapa pun yang jadi target operasi adalah kelompok-kelompok pelaku yang sudah teridentifikasi, seperti UR, AJ, PR, ST, ini semuanya jadi target, bukan hanya Noordin M Top," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau