JAKARTA, KOMPAS.com — Mimpi Luca Badoer selama 12 tahun agar bisa menjadi pebalap Ferrari akan terwujud pada 23 Agustus mendatang. Pria berusia 38 tahun asal Italia ini ditunjuk untuk menjadi tandem Kimi Raikkonen pada GP Eropa nanti.
Memang, status Badoer yang selama ini hanya menjadi test driver hanya pebalap sementara, karena dia menggantikan posisi Felipe Massa, yang sedang dalam pemulihan cedera pasca-kecelakaan hebat saat Q2 GP Hungaria 25 Juli lalu. Tetapi ini merupakan kesempatan paling bersejarah dalam hidup Badoer karena dia memiliki kesempatan untuk menjadi pebalap Ferrari.
Michael Schumacher juga yang membuka pintu kesempatan bagi Badoer. Sebenarnya, Schumacher yang akan mengendarai F60 milik Massa pada balapan di Valencia nanti, tetapi mantan juara dunia tujuh kali F1 tersebut batal tampil karena cedera lehernya masih mengganggu.
Karena itu, Ferrari pun menunjuk Badoer sebagai pengganti. Ini juga merupakan bentuk penghargaan kepada Badoer yang sudah 12 tahun mengabdi di Ferrari sebagai test driver.
Berikut 10 fakta tentang Badoer:
1. Kembalinya Luca Badoer ke F1 berarti akan ada dua pebalap di lintasan yang pernah bersaing pada musim 1993. Badoer akan bertarung lagi dengan Rubens Barrichello, di mana pada tahun tersebut mereka sama-sama melakukan debutnya di F1.
2. Badoer promosi ke F1 pada tahun 1993, setelah setahun sebelumnya merengkuh gelar juara F3000 dengan empat kali meraih kemenangan.
3. Kembalinya Badoer ke F1 berarti dia akan menjadi pebalap tertua di lintasan, mengalahkan Barrichello yang 37 tahun—selama ini Barrichello yang tertua.
4. Badoer dipromosikan untuk membela Ferrari di F1 berarti dia masih menjadi satu-satunya orang Italia yang selalu membela tim Italia di arena F1. Sebelumnya, Badoer pernah memperkuat Scuderia Italia, Minardi dan Forti Corse.
5. Badoer adalah orang terlama yang menjadi test driver Ferrari. Dia bekerja untuk "Si Kuda Jingkrak" sejak tahun 1998.
6. Meskipun sudah 48 kali tampil di grand prix, Badoer tidak pernah mencetak satu poin pun. Hasil terbaik yang pernah diraih adalah ketika finis ketujuh pada GP San Marino tahun 1993.
7. Kegagalan Badoer untuk mengoleksi satu poin pun membuat dia disebut sebagai pebalap yang tampil di banyak seri, tetapi tak pernah meraih prestasi.
8. Posisi terbaik Badoer saat melakukan start adalah di urutan 12. Itu dia capai bersama Minardi pada GP Hungaria tahun 1995. Pada balapan tersebut, Badoer finis di urutan delapan.
9. Badoer pernah menangis karena kesempatannya meraih poin sirna akibat kerusakan pada mobilnya. Pada GP Eropa 1999, Badoer sedang berada di posisi empat, tetapi dia terpaksa meninggalkan sirkuit karena mobilnya mengalami kerusakan pada gearbox.
10. Jika tampil di Valencia, maka Badoer sempat istirahat dari balapan F1 hampir 10 tahun sejak terakhir kali tampil di GP Jepang 1999. Ini masih kalah dibandingkan dengan ketika Jan Lammers kembali membalap, setelah istirahat selama 10 tahun tiga bulan, sejak di GP Belanda 1982 dan GP Jepang 1992.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang