Akhirnya, Ibrohim Dikubur di Pondok Rangon

Kompas.com - 12/08/2009, 15:07 WIB

KUNINGAN, KOMPAS.com — Teroris yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung akhir pekan lalu, Ibrohim, dipastikan tak akan dikubur di Kuningan, Jawa Barat. Kaki tangan gembong teroris asal Malaysia, Noordin M Top, ini akan dikubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Kepastian mengenai lokasi penguburan ayah empat anak yang terakhir bekerja sebagai penata bunga di Hotel JW Marriott itu diperoleh dari Iskandar, yang adalah warga Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Rabu (12/8). Iskandar mendapatkan kepastian itu setelah menerima telepon dari Sucihani, istri Ibrohim yang saat ini sudah berada di Jakarta. Menurut Iskandar, penguburan akan dilakukan Kamis (13/8).

Seperti diberitakan sebelumnya, sempat ada wacana penolakan dari warga desa untuk pemakaman Ibrohim di Kuningan. Namun belakangan, Kepala Dusun Agus Sudiadi mengungkapkan bahwa tidak semua warga sepakat dengan wacana itu. Sebagian warga yang memiliki hubungan dekat dengan Ibrohim dan Suci bahkan menyatakan kesediaannya untuk membantu penguburan di Kuningan.

"Memang warga yang jauh tidak menginginkan Ibrohim dimakamkan di sini karena dianggap telah mencoreng nama daerah tersebut," kata Agus.

Sebelumnya, di kediaman Ibrohim sempat digelar rapat antara pihak kepolisian yang diwakili Kapolsek AKP Iskandar Muda, Kepala Dusun Agus Sudiadi, dan perwakilan warga desa, Iskandar, serta orangtua Sucihani, Jaelani, dan Eri, adik Suci.

Menyusul keputusan Sucihani ini, keluarga Ibrohim akan segera diberangkatkan ke Jakarta. Mereka adalah Jaelani dan Ibu Suci, Masrini, serta keempat anak Ibrohim. Selain itu, adik Suci bersama suaminya juga akan turut di dalam rombongan yang bakal menggunakan mobil pribadi dengan pengawalan pihak kepolisian. Mereka akan bergabung dengan Suci yang sejak semalam sudah dijemput oleh pihak Mabes Polri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau