BOGOR, KOMPAS.com — Tini Larantika dan Jaka, ibu dan kakak Dani Dwi Permana, memohon agar rakyat Indonesia memaafkan perbuatan Dani dan mau membantu polisi menangkap otak pelaku-pelaku terorisme. Keduanya yakin, Dani, yang akan berulang tahun ke-19 pada 17Agustus mendatang, adalah korban dari gembong teroris yang pengecut.
"Anak saya anak baik. Dia dipengaruhi orang-orang tidak bertanggung jawab dan pengecut, sehingga melakukan perbuatan itu. Anak saya menjadi korban," kata Tini, seusai pemakaman Dani, Rabu (12/8) siang di Bogor, Jawa Barat.
Dani dimakamkan di pemakaman wakaf di Kampung Sakak, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, atau sekitar 10 menit berjalan kaki dari bekas rumah keluarganya di Blok DD kluster Candraloka, Perumahan Telaga Kahuripan. Sebelum dimakamkan, jasad Dani disembahyangkan di Masjid As-Surur, masjid warga kluster Candraloka, di mana Dani semasa hidupnya pernah menjadi marbot (pengurus masjid) di situ.
Menurut Tini, Dani memang pernah memberitahu dirinya bahwa dia akan menjadi syahid dengan berdakwah ke masjid-masjid bersama ustaznya. "Anak saya itu anak baik dan penurut. Kalau tidak dipengaruhi oleh teroris itu, tidak akan melakukan hal itu (pelaku bom bunuh diri)," tegasnya.
Jaka, yang sangat terpukul atas apa yang terjadi pada Dani, mengatakan, adiknya itu anak yang saleh dan rajin beribadah di masjid. Dirinya tidak menduga akhir hidup Dani membuat susah banyak orang.
"Kami mohon maaf kepada semua rakyat Indonesia, atas apa yang adik saya lakukan. Mohon jangan mencap adik saya teroris karena adik saya anak yang baik. Dia menjadi korban dari para teroris," katanya.
Dengan menangis, Jaka mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih pendidikan atau guru bagi anak-anak mereka. "Cukup keluarga kami saja yang mengalami hal seperti ini. Tolong jaga hati-hati adik atau anak-anak kita. Telitilah siapa yang menjadi guru mereka. Jangan percayakan begitu saja. Tengoklah sekolah atau pengajiannya," katanya.
Jaka meyakini bahwa guru mengaji Dani, Ustaz Saepudin Juhri, telah mengajarkan ajaran sesat kepada Dani. "Sebab, tidak ada ajaran dalam Islam yang menyuruh orang untuk bunuh diri atau membunuh orang lain. Jangan mengatasnamakan Islam untuk melakukan terorisme. Orang yang melakukan terorisme bukanlah orang Islam," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang