JAKARTA, KOMPAS.com — Rapimnas Partai Golkar yang berlangsung 12-13 Agustus 2009 di Jakarta memutuskan bahwa Musyawarah Nasional Partai Golkar kedelapan akan diselenggarakan di Pekanbaru, Riau. Hasil Rapimnas juga memutuskan Munaslub akan diselenggarakan pada tanggal 4-7 Oktober 2009.
Putusan penunjukan ibu kota Riau sebagai tuan rumah Munas ini dibacakan oleh Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (13/8) malam.
Sementara sebagai antisipasi, Rapimnas juga memutuskan, Makassar akan dipersiapkan sebagai tuan rumah cadangan. "Dengan demikian, maka Makassar otomatis menjadi tuan rumah Munaslub 2014," kata Jusuf Kalla.
Munaslub tersebut, menurut Kalla, juga akan merubah sistem organisasi penyelenggaraan Musda dan Munas. "Munas akan diselenggarakan terlebih dulu, baru kemudian Musda tingkat I dan tingkat II dan selanjutnya," ungkap Kalla.
Hal ini berbeda dengan sistem sebelumnya, yang dilaksanakan pada DPD tingkat II terlebih dulu dan dilanjutkan pada DPD tingkat I, baru kemudian dilanjutkan ke Munaslub.
Menurutnya, hal inilah yang menjadi salah satu alasan mempercepat penyelenggaraan Munas yang semula direncanakan pada Desember. "Agar dapat mengakomodasi sistem yang kita rubah itu," ungkapnya.
Ia juga menilai penting agar para kader Golkar untuk segera menyosialisasikan hasil-hasil yang dicapai dalam Munas untuk dilaksanakan sampai ke tingkat daerah-daerah hingga ke kecamatan.
Dalam pembacaan hasil tersebut, turut hadir antara lain Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, dan sejumlah fungsionaris Partai Golkar lainnya. Sementara anggota Dewan Penasihat yang juga menjadi kandidat ketua umum Golkar, Surya Paloh, tidak tampak hadir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang