Sony Lengkapi Kesuksesan Tunggal Putra Indonesia

Kompas.com - 13/08/2009, 22:53 WIB

HYDERABAD, KOMPAS.com - Sony Dwi Kuncoro melengkapi kesuksesan pasukan tunggal putra Indonesia yang berlaga di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009. Sony yang merupakan unggulan keenam tak terlalu kesulitan untuk menaklukkan pemain andalan tuan rumah, Chetan Anand.

Pada pertarungan yang berdurasi 36 menit di Gachibowli Indoor Stadium, Kamis (13/8), Sony menang straight set 21-16 21-16 atas Anand yang merupakan unggulan ke-15. Dengan demikian, Sony mengikuti jejak Taufik Hidayat dan Simon Santoso.

Dengan demikian, hanya di nomor ini (tunggal putra) Indonesia belum kehilangan satu wakil pun yang berhasil maju ke perempat final. Karena pada nomor lain, para punggawa Tanah Air itu sudah berguguran. Di ganda putra dan tunggal putri, Indonesia sudah tersapu bersih, sedangkan di ganda campuran hanya Nova Widianto/Liliyana Natsir yang masih menjadi andalan.

Sony mengawali pertandingan ini dengan sangat meyakinkan. Sejak angka pertama, dia selalu unggul hingga memenangkan game pertama ini dengan 21-16.

Di set kedua, Anand yang berhasil mengalahkan Sony pada pertemuan terakhir mereka tahun lalu, memberikan perlawanan sengit. Pemain andalan India ini nyaris selalu memimpin meskipun cuma selisih satu poin. Tetapi selepas skor imbang 12-12, Sony yang mendominasi karena dia tak terkejar lagi sampai menang 21-16 dan berhak maju ke perempat final.

Namun di babak delapan besar, Jumat (14/8), Sony akan menghadapi ujian yang sangat besar. Pemain nomor satu di Pelatnas Cipayung tersebut harus bertemu unggulan pertama asal Malaysia, Lee Chong Wei.

Jika semua pemain tunggal putra masih bertahan, lain halnya dengan para wakil Indonesia di sektor lain. Di nomor ganda putra, Indonesia dipastikan tanpa wakil setelah pasangan debutan di Kejuaraan Dunia Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan ditaklukkan ganda putra Malaysia Abdul Latif Mohd Zakry/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan.

Sebelumnya, Mohammad Ahsan/Bona Septano yang merupakan unggulan ketujuh, sudah tersingkir di babak kedua. Padahal, mereka diharapkan bisa melangkah lebih jauh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau