AMMAN, KOMPAS.com-Setelah dideportasi dari Amerika Serikat, mantan imam masjid utama Yaman, Mohammed Ali Hassan Al-Moayad, menjalani perawatan di rumah sakit di Jordania.
Menteri Penerangan Jordania Nabil Sharif, Senin (17/8), mengatakan Al-Moayad dijadwalkan tiba di kerajaan ini pada Selasa (18/8) untuk menjalani perawatan di satu rumah sakit swasta. Itu setelah ada permintaan kepada Raja Abdullah II dari Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh. "Ia tampaknya akan menjalani cangkok hati," kata Sharif dilansir AFP.
Al-Moayad (61) kembali ke Yaman pekan lalu, setelah seorang hakim federal AS memerintahkan pendeportasian tokoh agama tersebut, bersama pengawal dan pembantunya, Mohammed Zayed.
Al-Moayad, mantan imam masjid utama di Sanaa, Yaman ditangkap bersama Zayed di Frankfurt, Jerman, pada 2003. Selanjutnya kedua orang itu diekstradisi ke Amerika Serikat --tempat mereka diadili dengan dakwaan mendukung terorisme.
Jaksa Agung AS ketika itu John Ashcroft mengatakan Al-Moayad mengaku bahwa ia menyokong dana kepada pimpinan jaringan teroris Al Qaeda, Osama bin Laden senilai 20 juta dollar AS sebelum serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.
Pada 2005, kedua orang tersebut dinyatakan bersalah karena mendukung terorisme. Al-Moayad dijatuhi hukuman 75 tahun penjara, demikian pula pembantunya. Pada Oktober, pengadilan banding AS mengubah putusan terhadap Al-Moayad dan Zayed, dan mengizinkannya diajukan bukti baru.
Namun, Al-Moayad dan Zayed mencapai kesepakatan dengan pihak berwenang AS guna menghindari pengadilan baru yakni tuduhan bahwa mereka juga memberi dukungan kepada kelompok gerilyawan garis keras Palestina, HAMAS, yang dicap sebagai organisasi teroris oleh AS. Seorang hakim saat itu memutuskan bahwa mereka telah menjalani cukup waktu penahanan dan memerintahkan keduanya dideportasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang