SAMARINDA, KOMPAS.com - Tim Indonesia gagal merebut satu pun medali pada nomor jalan raya Kejuaraan Balap Sepeda Asia yang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur. Dari delapan nomor yang dipertandingkan untuk nomor ini, peringkat terbaik pebalap Indonesia hanya berada di urutan tujuh.
Peringkat terbaik tim Indonesia itu diciptakan Yanti Fuchiyanti pada nomor Individual Time Trial senior putri. Yanti juga berada di peringkat delapan pada nomor Individual Road Race, senior putri.
Sedangkan pretasi terbaik untuk pebalap putra berada di peringkat delapan, yang diduduki Tonton Susanto pada nomor ITT senior putra. Sayangnya, pebalap andalan Indonesia ini gagal berada di urutan sepuluh besar pada IRR senior putra.
Nomor jalan raya telah merampungkan seluruh nomor pertandingan pada Selasa (18/8). Kazakhstan memimpin peroleh medali, dengan raihan 4 emas, 3 perak, dan 3 perunggu, disusul China dengan 2 emas, kemudian Hongkong dan Korea masing-masing dengan satu emas.
Pada hari terakhir nomor jalan raya ini mempertandingkan nomor IRR junior putra dan putri. Untuk putra, juara diraih oleh Armen Kamshev (Kazakhstan), sedangkan untuk putri juara direbut Hee Joo Rhee (Korea).
Prestasi pebalap Indonesia pada IRR junior ini di kelompok putri tiga pebalap Indonesia yakni Rohidah, Riska noviany, dan Ani Erlinawati berada di peringkat sepuluh besar. Sedangkan untuk putra, satu satunya pebalap yang bisa bersaing, adalah Chelly Aristya yang menduduki peringkat ke-11 di garis finis.
Namun demikian, untuk peringkat Asia Tenggara Chelly berada di urutan kedua di bawah pebalap Malaysia Moh Adiq Hussainei Othman, yang finis di urutan dua.
"Memang sulit untuk bersaing dengan pebalap Kazakhstan, Jepang, Malaysia, dan Hongkong. Mereka terlalu tangguh untuk dikalahkan," kata Chelly, usai lomba.
Menurutnya, keunggulan pebalap luar negeri itu adalah dari segi fisik yang bisa stabil. Menurut Celly, mereka masih bisa mengatur strategi meskipun sudah menempuh jarak yang jauh dan melelahkan.
"Tapi saya masih puas dengan hasil ini, karena ini merupakan pengalaman berharga karena bisa tampil dengan peserta dari luar negeri yang punya skill dan kemampuan luar biasa," kata Chelly.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang