KABUL, KOMPAS.com - Serangan-serangan menewaskan tiga prajurit AS di Afganistan, demikian diumumkan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Rabu (19/8).
Kematian ketiga prajurit itu menambah jumlah tentara asing yang tewas ketika memerangi gerilyawan yang telah mengancam akan mengacaukan pemilihan umum Afganistan pekan ini.
Dua prajurit AS yang bertugas untuk Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO tewas dalam serangan bom rakitan di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, Selasa, kata seorang juru bicara militer. Seorang prajurit lagi tewas dalam serangan Selasa di provinsi berdekatan Helmand, yang merupakan ajang pergolakan lain Taliban, kata juru bicara itu.
Kematian prajurit-prajurit AS itu membuat jumlah personel NATO yang tewas menjadi enam pada Selasa. Dua prajurit AS tewas dalam ledakan bom di Afganistan timur dan seorang prajurit lain NATO tewas dalam serangan bom bunuh diri di Kabul.
Ledakan-ledakan mematikan itu terjadi di tengah meningkatnya serangan menjelang pemilihan umum presiden dan dewan provinsi pada Kamis yang telah diancam Talban akan dikacaukan.
Sedikitnya 45 prajurit internasional tewas di Afganistan bulan ini, menurut situs icasualties.org, yang mencatat jumlah korban dalam konflik-konflik di Afganistan dan Irak.
Menurut situs independen tersebut, 76 prajurit asing tewas pada Juli -- bulan paling mematikan bagi pasukan internasional di Afganistan. Sepanjang tahun ini lebih dari 250 prajurit asing tewas di negara itu, sebagian besar akibat serangan-serangan musuh.
Marinir AS dan pasukan Inggris terus melakukan ofensif besar-besaran di provinsi-provinsi selatan, Helmand dan Kandahar, menjelang pemilihan presiden dan dewan provinsi pada 20 Agustus. Tujuan dari operasi itu adalah mengamankan daerah-daerah tersebut agar petugas pemilu bisa masuk dan pemilih memberikan suara mereka tanpa takut ada serangan.
Terdapat sekitar 100.000 prajurit internasional, terutama dari AS, Inggris dan Kanada, yang ditempatkan di Afganistan untuk membantu pemerintah Presiden Hamid Karzai mengatasi pemberontakan yang dikobarkan sisa-sisa Taliban.
Serangan-serangan Taliban terhadap aparat keamanan Afganistan serta pasukan asing meningkat dan puncak kekerasan terjadi hanya beberapa pekan menjelang pemilihan umum presiden dan dewan provinsi pada 20 Agustus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang