Tiga Prajurit AS Tewas

Kompas.com - 20/08/2009, 02:27 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Serangan-serangan menewaskan tiga prajurit AS di Afganistan, demikian diumumkan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Rabu (19/8).
      
Kematian ketiga prajurit itu menambah jumlah tentara asing yang tewas ketika memerangi gerilyawan yang telah mengancam akan mengacaukan pemilihan umum Afganistan pekan ini.
      
Dua prajurit AS yang bertugas untuk Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO tewas dalam serangan bom rakitan di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, Selasa, kata seorang juru bicara militer. Seorang prajurit lagi tewas dalam serangan Selasa di provinsi berdekatan Helmand, yang merupakan ajang pergolakan lain Taliban, kata juru bicara itu.
      
Kematian prajurit-prajurit AS itu membuat jumlah personel NATO yang tewas menjadi enam pada Selasa. Dua prajurit AS tewas dalam ledakan bom di Afganistan timur dan seorang prajurit lain NATO tewas dalam serangan bom bunuh diri di Kabul.
      
Ledakan-ledakan mematikan itu terjadi di tengah meningkatnya serangan menjelang pemilihan umum presiden dan dewan provinsi pada Kamis yang telah diancam Talban akan dikacaukan.
      
Sedikitnya 45 prajurit internasional tewas di Afganistan bulan ini, menurut situs icasualties.org, yang mencatat jumlah korban dalam konflik-konflik di Afganistan dan Irak.
      
Menurut situs independen tersebut, 76 prajurit asing tewas pada Juli -- bulan paling mematikan bagi pasukan internasional di Afganistan. Sepanjang tahun ini lebih dari 250 prajurit asing tewas di negara itu, sebagian besar akibat serangan-serangan musuh.
      
Marinir AS dan pasukan Inggris terus melakukan ofensif besar-besaran di provinsi-provinsi selatan, Helmand dan Kandahar, menjelang pemilihan presiden dan dewan provinsi pada 20 Agustus. Tujuan dari operasi itu adalah mengamankan daerah-daerah tersebut agar petugas pemilu bisa masuk dan pemilih memberikan suara mereka tanpa takut ada serangan.
      
Terdapat sekitar 100.000 prajurit internasional, terutama dari AS, Inggris dan Kanada, yang ditempatkan di Afganistan untuk membantu pemerintah Presiden Hamid Karzai mengatasi pemberontakan yang dikobarkan sisa-sisa Taliban.
      
Serangan-serangan Taliban terhadap aparat keamanan Afganistan serta pasukan asing meningkat dan puncak kekerasan terjadi hanya beberapa pekan menjelang pemilihan umum presiden dan dewan provinsi pada 20 Agustus.
      

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau