Salah Sangka soal Teroris, Aparat Desa Sidokumpul Sesalkan Pers

Kompas.com - 20/08/2009, 12:29 WIB

KENDAL, KOMPAS.com — Adanya warga yang salah sasaran dugaan teroris sangat disesalkan oleh aparat Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Tak heran, salah satu warga Gamping yakni Hamdani, yang merantau ke Jakarta, mendadak rumah mertuanya di Gamping menjadi sasaran kalangan pers.

"Kami tidak tahu-menahu soal bagaimana kok rumah mertua Hamdani jadi sasaran pers. Kalau meneliti nama-nama yang katanya warga Gamping, yaitu Ario Sudarso alias Suparjo Dwi alias Aji alias Dayat alias Mistam, sudah dijelaskan kalau nama itu tidak ada kok tahu-tahu rumah mertua Hamdani buat sasaran," kata Kepala Urusan Keamanan Desa Sidokumpul, Jufri, Kamis (20/8), menyampaikan keluhan di Kendal.

Jufri mengakui, banyak warganya yang memang bekerja merantau ke Jakarta. Kalau disebutkan salah satu tersangka teroris Ario Sudarso alias Suparjo Dwi kelahiran Kendal, beralamat di Gamping RT 08 RW 02 Sidokumpul, Patean, nama termaksud tidak dikenalnya.

Nama bisa saja merujuk pada nama di kartu tanda penduduk. Kalau merujuk KTP tentunya patut disangsikan karena pihak desa ataupun kantor kecamatan setempat tidak mengeluarkan KTP untuk warga yang namanya tidak tercantum dalam buku induk desa.

Sementara Kepala Desa Sidokumpul, Numbang R, menuturkan, ada salah paham terkait adanya kabar warga Gamping sebagai tersangka teroris. Saat itu, begitu disebut Gamping, Sidokumpul, beberapa tamu dari pers langsung menanyakan keberadaan warga Gamping yang asalnya dari Jawa Barat. "Ketika ditanya soal warga asal Jabar, tentunya saja warga di sini menunjukkan rumah Hamdani. Hamdani sejak menikah dengan Jumiati tinggal di rumah mertuanya di RT 08 RW 03, bukan RW 02. Saya juga kaget kok tahu-tahu rumah mertua Hamdani jadi sasaran pers," ujar Numbang R.

Untuk meneliti lebih jauh kebenaran informasi tersebut, pihak Polres Kendal sudah memperoleh selembar foto dari kakak ipar Hamdani yakni Jamali. Namun, kalau melihat gambar tersangka teroris yang disebarkan lewat televisi dengan foto yang dibawa Kepala Polres Kendal AKBP Sugihardi, menurut Humbang, wajah yang ada dalam kedua foto itu sangat berbeda. "Sampai pukul 12.00 ini desa kami sepi Mas, tidak ada satu pun kalangan pers yang hadir. Justru petugas aparat kepolisian dan aparat Koramil yang berkumpul di rumah saya," kata Numbang R.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau