Di Kopassus, Presiden Ingatkan agar Kasus Munir Tak Terulang Lagi

Kompas.com - 20/08/2009, 12:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpesan kepada para prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk menjaga akuntabilitas setinggi-tingginya dalam menjaga dan melindungi keamanan dalam negeri Indonesia. Namun, diingatkan, agar upaya pasukan elite TNI AD ini tidak bertentangan dengan Undang-Undang (UU) dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Jaga akuntabilitas setinggi-tingginya yang sesuai dengan ketentuan UU dan UUD 1945. Kita punya pengalaman, katakanlah pengalaman buruk dalam kasus Penembakan Misterius (Petrus), penculikan, termasuk kasus Munir, yang menurut kita keluar dari UU dan UUD 1945," ucap Presiden di Gedung Balai Komando, Markas Kopassus TNI-AD, Cijantung, Jakarta, Kamis (20/8) pagi ini.

Pengarahan Presiden Yudhoyono disampaikan kepada para prajurit Kopassus TNI AD seusai menerima anugerah Brevet Komando kehormatan Baret Merah Kopassus TNI AD dari Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo di lapangan Markas Satuan-81 Penanggulangan Terorisme (Gultor) Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur.

Dalam acara itu hadir sejumlah menteri kabinet, seperti Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta, Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Hatta Radjasa, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Hadir pula mantan Komandan Jenderal Kopassus Mayjen Soenarko dan Letjen Syaiful Rizal. Akan tetapi, acara itu sama sekali tidak dihadiri oleh para mantan Danjen Kopassus yang membawa kebesaran nama Kopassus, seperti Letjen (Purn) Sintong Pandjaitan, Jenderal (Purn) Soebagyo HS, dan Letjen (Purn) Prabowo Soebianto. Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso juga tidak terlihat hadir.

Tentu, tak ketinggalan hadir pula Danjen Kopassus saat ini Mayjen Pramono Edi Wibowo yang juga adik ipar Presiden atau adik kandung Ny Ani Bambang Yudhoyono. Ibu Negara Ny Ani Bambang Yudhoyono dikenal juga sebagai putri sesepuh Kopassus, Letjen (Purn) TNI Sarwo Edhi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau