JAKARTA, KOMPAS.com — Putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, berhasil mengejutkan politisi senior Golkar dengan pernyataannya yang akan turun gunung ke panggung politik. Tommy menyatakan siap berebut kursi Ketua Umum Partai Golkar.
Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono memandang, apa yang dilakukan Tommy wajar dan hak setiap orang untuk maju mencalonkan diri. Hanya saja, menurutnya, kesempatan Tommy tidak saat ini.
"Tidak pernah partai tutup pintu untuk itu (Tommy). Tapi dilihat, apakah selama ini secara sehari-hari bagaimana keterlibatan dan keterkaitan dengan partai. Banyak yang mengatakan, Saudara Tommy sabar-sabar saja agar peluang itu semakin besar," kata Agung dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (21/8).
Menurutnya, Tommy perlu meningkatkan intensitas keaktifan di partai. Semakin aktif, peluang Tommy pada kesempatan berikutnya akan semakin besar. "Hak tidak ada yang melarang. Apalagi Tommy putra pendiri Golkar. Hanya soal peluang, apalagi dia masih muda. Kalau tidak sekarang, mungkin bisa nanti. Ikut dulu dalam kepengurusan sehingga kedekatan dengan partai akan memudahkan dia," ujar Ketua DPR ini. "Lima tahun ke depan, pasti ada regenerasi. Apalagi Saudara Tommy masih muda," katanya.
Secara persyaratan, peluang Tommy memang kecil. AD/ART Golkar mensyaratkan tercatat sebagai pengurus pada satu periode kepemimpinan, baru bisa turut mencalonkan diri dalam bursa Ketua Umum Golkar. Selain itu, harus mengantongi dukungan dari minimal 30 persen pemegang hak suara partai. "AD ART bisa saja berubah. Tapi dalam melakukan perubahan tidak dalam rangka untuk kepentingan satu dua orang," kata Agung menjawab pertanyaan kemungkinan merubah AD/ART partai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang