Agung: Tommy, Bersabarlah...

Kompas.com - 21/08/2009, 12:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, berhasil mengejutkan politisi senior Golkar dengan pernyataannya yang akan turun gunung ke panggung politik. Tommy menyatakan siap berebut kursi Ketua Umum Partai Golkar.

Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono memandang, apa yang dilakukan Tommy wajar dan hak setiap orang untuk maju mencalonkan diri. Hanya saja, menurutnya, kesempatan Tommy tidak saat ini.

"Tidak pernah partai tutup pintu untuk itu (Tommy). Tapi dilihat, apakah selama ini secara sehari-hari bagaimana keterlibatan dan keterkaitan dengan partai. Banyak yang mengatakan, Saudara Tommy sabar-sabar saja agar peluang itu semakin besar," kata Agung dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (21/8).

Menurutnya, Tommy perlu meningkatkan intensitas keaktifan di partai. Semakin aktif, peluang Tommy pada kesempatan berikutnya akan semakin besar. "Hak tidak ada yang melarang. Apalagi Tommy putra pendiri Golkar. Hanya soal peluang, apalagi dia masih muda. Kalau tidak sekarang, mungkin bisa nanti. Ikut dulu dalam kepengurusan sehingga kedekatan dengan partai akan memudahkan dia," ujar Ketua DPR ini. "Lima tahun ke depan, pasti ada regenerasi. Apalagi Saudara Tommy masih muda," katanya.

Secara persyaratan, peluang Tommy memang kecil. AD/ART Golkar mensyaratkan tercatat sebagai pengurus pada satu periode kepemimpinan, baru bisa turut mencalonkan diri dalam bursa Ketua Umum Golkar. Selain itu, harus mengantongi dukungan dari minimal 30 persen pemegang hak suara partai. "AD ART bisa saja berubah. Tapi dalam melakukan perubahan tidak dalam rangka untuk kepentingan satu dua orang," kata Agung menjawab pertanyaan kemungkinan merubah AD/ART partai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau