KUPANG, KOMPAS.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar pada musyawarah nasional (Munas) awal bulan Oktober mendatang.
"Dukungan terhadap Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini karena dinilai mampu mengembalikan citra Golkar dan menjanjikan kemenangan pada Pemilu 2014 mendatang," kata Wakil Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Hendrik Rawambaku, di Kupang, Sabtu (22/8).
Alasan lain yang mendorong DPD I Partai Golkar NTT mendukung Ical, menurut dia, karena yang bersangkutan memiliki komitmen kuat untuk membantu daerah-daerah dalam hal finansial guna mengembalikan citra positif partai berlambang pohon beringin itu di mata masyarakat.
Selain itu, kata dia, Ical juga akan menyiapkan dana abadi antara Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun untuk kas Partai Golkar sehingga ke depan partai itu tidak lagi mengalami kesulitan dana seperti yang dialami belakangan ini. "Kami memiliki alasan-alasan yang cukup kuat untuk mendukung Aburizal Bakrie dan kami berkeyakinan bahwa organisasi ini akan berkembang ke arah yang lebih baik," katanya.
Ical, kata dia, juga sudah berjanji untuk tidak mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu Presiden 2014, tetapi hanya berkonsentrasi membangun kembali citra Partai Golkar. Rawambaku menambahkan, keterpurukan Partai Golkar baik dalam Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden 2009 merupakan buah dari ketergantungan Partai Golkar pada pemerintah. "Dari hasil analisis kami, keterpurukan Partai Golkar ini karena kami tidak memiliki tradisi untuk menjadi oposisi, tetapi selalu berada di ’ketiak’ pemerintah," katanya.
Artinya, kata dia, karena berada "di ketiak" pemerintah, apa pun kebijakan pemerintah yang tidak searah dengan keinginan rakyat pasti berdampak pada citra Partai Golkar. "Karena itu, ke depan Partai Golkar akan mengambil posisi di luar pemerintahan dan mengontrol jalannya pemerintahan," katanya.
Hanya saja, posisi Partai Golkar seperti apa dalam pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, menurutnya, akan diputuskan dalam Munas Oktober mendatang. "Tetapi, satu hal yang pasti bahwa calon Ketua Umum Partai Golkar Ical sudah menyatakan untuk berada di luar pemerintahan jika dipercayakan memimpin Partai Golkar," kata Rawanbaku.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang