Ical Diyakini Dongkrak Citra Golkar

Kompas.com - 22/08/2009, 13:18 WIB

KUPANG, KOMPAS.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar pada musyawarah nasional (Munas) awal bulan Oktober mendatang.

"Dukungan terhadap Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini karena dinilai mampu mengembalikan citra Golkar dan menjanjikan kemenangan pada Pemilu 2014 mendatang," kata Wakil Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Hendrik Rawambaku, di Kupang, Sabtu (22/8).

Alasan lain yang mendorong DPD I Partai Golkar NTT mendukung Ical, menurut dia, karena yang bersangkutan memiliki komitmen kuat untuk membantu daerah-daerah dalam hal finansial guna mengembalikan citra positif partai berlambang pohon beringin itu di mata masyarakat.

Selain itu, kata dia, Ical juga akan menyiapkan dana abadi antara Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun untuk kas Partai Golkar sehingga ke depan partai itu tidak lagi mengalami kesulitan dana seperti yang dialami belakangan ini. "Kami memiliki alasan-alasan yang cukup kuat untuk mendukung Aburizal Bakrie dan kami berkeyakinan bahwa organisasi ini akan berkembang ke arah yang lebih baik," katanya.

Ical, kata dia, juga sudah berjanji untuk tidak mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu Presiden 2014, tetapi hanya berkonsentrasi membangun kembali citra Partai Golkar. Rawambaku menambahkan, keterpurukan Partai Golkar baik dalam Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden 2009 merupakan buah dari ketergantungan Partai Golkar pada pemerintah. "Dari hasil analisis kami, keterpurukan Partai Golkar ini karena kami tidak memiliki tradisi untuk menjadi oposisi, tetapi selalu berada di ’ketiak’ pemerintah," katanya.

Artinya, kata dia, karena berada "di ketiak" pemerintah, apa pun kebijakan pemerintah yang tidak searah dengan keinginan rakyat pasti berdampak pada citra Partai Golkar. "Karena itu, ke depan Partai Golkar akan mengambil posisi di luar pemerintahan dan mengontrol jalannya pemerintahan," katanya.

Hanya saja, posisi Partai Golkar seperti apa dalam pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, menurutnya, akan diputuskan dalam Munas Oktober mendatang. "Tetapi, satu hal yang pasti bahwa calon Ketua Umum Partai Golkar Ical sudah menyatakan untuk berada di luar pemerintahan jika dipercayakan memimpin Partai Golkar," kata Rawanbaku.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau