CINCINNATI, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya dalam lima pertemuan terakhir, Roger Federer mengalahkan Andy Murray. Ini terjadi dalam semifinal Turnamen ATP Masters 1000 Cincinnati, Amerika Serikat, Sabtu (22/8) waktu setempat.Federer bahkan menang atas Murray dalam pertandingan dua set, 6-2, 7-6 (8). Lawan Federer di final adalah pemenang antara Rafael Nadal dan Novak Djokovic.
Kemenangan atas Murray ini menjadi yang ketiga dari sembilan pertemuan. Namun, sejak mengalahkan Murray di final AS Terbuka 2008, Federer tak pernah lagi menang atas petenis kelahiran Skotlandia tersebut.
Dalam pertemuan ketiga pada tahun ini, Federer tampil dengan pukulan yang lebih tajam dibandingkan Murray. Sedangkan Murray lebih banyak membuat kesalahan hingga menjadi emosional.
Salah satunya terjadi ketika Murray gagal memanfaatkan game point saat tiebreak.Sebaliknya Federer tetap tampil tenang meski kemenangannya sempat tertunda.
Setelah unggul, 4-1, ketika tiebreak, Federer tertinggal, 5-6. Match point, 7-6, kemudian gagal berbuah kemenangan ketika bola dari forehand-nya ke luar lapangan, hingga menciptakan match point kedua, 9-8.
Kesalahan yang dibuat Murray, yaitu double fault akhirnya menjadi penentu kemenangan Federer."Jika anda membiarkan Roger bermain baik, dia sangat sulit untuk dikalahkan. Set pertama, saya membiarkan permainan berjalan cepat.
Dia juga bisa memanfaatkan kesempatan dari servis kedua karena pengembalian servis saya yang buruk. Saya tidak bisa memberi tekanan pada dia," tutur Murray.
Sementara itu Federer mengatakan, dia bisa memahami perasaan Murray dengan kekalahan tersebut. Federer mengatakan, ini terkait dengan faktor mental.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang