JAMBI, KOMPAS.com — Usaha dadakan warga yang dilakukan menjelang dan selama puasa seperti menjual makanan untuk berbuka puasa dan sahur serta perlengkapan puasa dan Lebaran lainnya ikut mendongkrak penyaluran kredit pegadaian Jambi.
Kepala Perum Pegadaian Jambi Sutrisno di Jambi, Senin (24/8), mengatakan, sepekan menjelang bulan puasa terjadi lonjakan penyaluran kredit pegadaian 10 hingga 15 persen dibanding hari sebelumnya. "Sebagian besar warga yang datang menggadai dan membutuhkan dana segar itu digunakan untuk usaha dadakan atau musiman menyambut dan selama puasa," katanya.
Pinjaman berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta itu digunakan untuk modal usaha seperti menjual makanan berbuka dan sahur di "pasar beduk" yang khusus menjual makanan berbuka tersebar hampir di tiap pelosok kota.
Penyaluran kredit Perum Pegadaian Jambi untuk bulan Agustus 2009 yang sudah berjalan 24 hari atau tiga pekan terealisasi Rp 5,8 miliar yang diyakini hingga akhir bulan tercapai Rp 8 miliar.
Peningkatan itu terjadi minggu pertama menjelang bulan puasa, atau sejak tanggal 16 hingga 21 Agustus 2009, berbeda dengan hari atau bulan-bulan sebelumnya.
Selama tujuh bulan 2009 atau Januari hingga Juli rata-rata penyaluran kredit mencapai Rp 7 juta, dan untuk Agustus diyakini mencapai Rp 8 juta.
Pada 2009 Perum Pegadaian Jambi menargetkan penyaluran sebesar Rp 122 miliar atau hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, dan hingga Juli sudah tersalurkan Rp 66 miliar atau sudah lebih 50 persen.
Makin tingginya minat masyarakat memanfaatkan jasa pegadaian, Perum Pegadaian Jambi juga terus meningkatkan pelayanan dan menambah kantor cabang yang kini sudah mencapai delapan unit. "Diyakini Rp 122 miliar yang ditargetkan itu akan tercapai, karena Perum Pegadaian merupakan telah membuktikan dengan memberikan pelayanan yang mudah dan murah serta cepat pada warga yang membutuhkan uang segar, baik bagi kebutuhan konsumsi maupun untuk modal usaha," kata Sutrisno.