Pola Makan Benar, Puasa Lancar

Kompas.com - 25/08/2009, 12:30 WIB

KOMPAS.com - Mumpung bulan puasa, segera perbaiki pola makan yang terlanjur berantakan. Puasa lancar, tubuh idaman pun Anda dapatkan.

Sahur secukupnya

Ketika sahur, bersantaplah dalam jumlah yang tidak berlebihan. Pasalnya, makan terlalu banyak bisa membuat kadar gula darah melonjak serta merangsang produksi hormon insulin secara berlebihan. Padahal, hormon insulin berguna mengangkut gula darah ke seluruh tubuh untuk mengubahnya menjadi glikogen atau lemak. Karenanya, ketika Anda makan terlalu banyak, jumlah glikogen dan lemak yang dihasilkan juga berlebih. Lemak yang berlebihan ini sukar diuraikan menjadi gula darah kembali. Akibatnya, Anda akan meraa lesu sepanjang hari.

Jangan kalap kala berbuka

Setelah berpuasa seharian, tubuh Anda memerlukan "pemanasan" terlebih dahulu sebelum diajak mencerna makanan dalam jumlah banyak. Jika tidak, lambung Anda bisa kaget dan kewalahan dalam mencerna makanan. Dr. Tarek Ali Rushdi, staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Kairo, menganjurkan berbuka dengan 2 potong kurma kering dan setengah cangkir susu saja. Kandungan gizi yang tinggi di dalamnya baik untuk memulihkan stamina. Setelah salat, baru Anda dapat makan nasi dalam porsi sedang.

Banyak minum air putih

Sama penting dengan konsumsi makanan sebagai sumber energi, menurut Dr. Rushdi, asupan cairan dalam jumlah cukup amat Anda perlukan selama bulan puasa. Kurang cairan bisa membuat Anda dehidrasi dan menghambat peredaran darah ke seluruh tubuh. Padahal, kelancaran sirkulasi darah penting untuk mendistribusikan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Sakit kepala, lemas, dan kurang mampu berkonsentrasi adalah beberapa tanda Anda kekurangan asupan cairan.

Simpan cadangan air

Selama berpuasa, usahakan agar cairan yang Anda minum dapat disimpan dengan baik oleh tubuh. Salah satu caranya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam lemak esensial GLA (gamma linoleic acid), yang dapat menambah kekenyalan dinding sel sehingga air tidak lekas "bocor". Jenis makanan yang mengandung GLA adalah sayuran hijau berbiji seperti buncis, kacang panjang, kacang polong, dan oyong.

Sayur dan buah tidak boleh alpa

Cara lain untuk menyimpan cadangan air di dalam tubuh adalah dengan cara menyantap sayur dan buah dalam porsi cukup. Menurut Dr. Rushdi, kandungan serat di dalam sayur dan buah juga baik untuk mengatasi masalah sembelit akibat kurang cairan agar tidak cepat lelah kala berkegiatan. Anda juga memerlukan asupan vitamin dan mineral yang banyak terdapat di dalam jenis makanan ini.

Hindari didangan berbumbu tajam

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang banyak muncul di bulan puasa. Untuk menghindarinya, sebaiknya Anda membatasi konsumsi hidangan yang terlalu spicy dan mengandung banyak bawang putih, terutama di saat sahur. Hidangan yang terlalu spicy juga perlu dihindari lantaran bisa merangsang perut dan memicu timbulnya diare.

Jangan langsung tidur setelah makan

Makan terlalu banyak saat sahur dan berbuka memang memicu timbulnya rasa kantuk. Meski demikian, jika ingin tidur, sebaiknya Anda memberi jeda antara 1/2 hingga 2 jam setelah makan. Jika tidak, makanan yang sedang berada dalam proses pengolahan di dalam lambung bisa berbalik ke arah atas dan Anda muntahkan kembali. Dalam kasus tertentu, aliran balik ini berisiko membuat potongan makanan "tersesat" ke dalam jalur pernapasan.

Sakit maag? Makanlah lebih sering!

Banyak dokter menganjurkan penderita sakit maag untuk tetap menjalani puasa. Pasalnya, ketika berpuasa, saluran cerna Anda bisa beristirahat dan punya waktu untuk memperbaiki kerusakan yang diderita. Namun, Anda tetap wajib menjaga asupan makanan agar selalu teratur. Jangan pernah melewatkan waktu sahur dan berbuka. Makanlah dalam porsi kecil tapi sering, dan hindari jenis makanan yang terlalu pedas, asam, serta banyak mengandung gas.

(Nayu Novita/CHIC)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau