MADIUN, KOMPAS.com — Mulai Senin (24/8), gula yang dijual sejumlah pedagang di Kabupaten Madiun telah menembus harga Rp 9.000 per kilogram. Harga ini merupakan harga jual gula tertinggi yang pernah dirasakan pedagang. Penurunan produksi gula di salah satu pabrik gula di Madiun menjadi penyebab kenaikan harga.
Di Pasar Caruban, Kabupaten Madiun, Selasa (25/8), sejumlah pedagang menjual gula dengan harga antara Rp 9.200 dan Rp 9.300 per kg.
Menurut Ratmi, salah satu penjual gula, pekan lalu harga gula masih sekitar Rp 7.500 per kg. Namun dari hari ke hari, harga gula ini terus naik. "Kemarin (24 Agustus 2009), saya beli dari distributor di Madiun, harganya sudah Rp 9.000 per kg. Kemudian, saya jual dengan harga Rp 9.200 per kg," ungkapnya.
Di Pabrik Gula Pagotan, Kabupaten Madiun, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Suryadi menyatakan tidak tahu alasan di balik terus naiknya harga gula. Namun yang pasti, produksi tebu petani tidak mengalami gangguan. Begitu pula pabrik gula yang menggiling tebu petani.
Sebaliknya di Pabrik Gula Rejoagung, Kota Madiun, adanya kendala kerusakan pada mesin penggiling tebu di pabrik ditambah penurunan dari lima persen sampai sepuluh persen produksi tebu per hektar berimbas pada menurunnya produksi gula. Menurunnya produksi gula ini yang menyebabkan harga gula di pasaran terus meningkat.
Tahun ini, target produksi selama musim giling dipastikan tidak akan tercapai. "Target kami bisa memproduksi 20.000 ton gula, tetapi kemungkinan yang bakal bisa kami produksi hanya 15.000 ton gula," kata Kepala Tata Usaha Pabrik Gula Rejoagung Tri Cipto.
Selain Rejoagung dan Pagotan, di Kabupaten Madiun terdapat satu lagi pabrik gula, yaitu Pabrik Gula Kanigoro.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang