Tiket H-6 hingga H-1 Habis

Kompas.com - 26/08/2009, 13:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Kepala Stasiun Kereta Api Gambir Edi Kuswoyo mengatakan, tiket kereta api untuk tanggal 14 September atau H-7 masih tersedia di stasiun tersebut.

"Namun, tiket kereta api untuk H-6 hingga H-1 atau 15 hingga 20 September 2009, dengan jurusan Jawa Tengah dan Jawa Timur, telah habis terjual," katanya di Stasiun Gambir, Rabu (26/8).

Adapun tiket kereta api untuk tujuan Kota Bandung dan Cirebon masih tersedia banyak. "Biasanya pembeli tiket tujuan tersebut (Bandung dan Cirebon) baru ramai mendekati Lebaran," ujar Edi Kuswoyo.

Guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada musim Lebaran 2009, PT KA akan menyiapkan 15 gerbong tambahan yang akan mengangkut 150.000 pemudik.

Menurut Edi, gerbong tambahan itu diperkirakan dapat mengangkut hingga 150.000 pemudik. Sementara itu, tiket gerbong tambahan akan dijual pada hari keberangkatan.

Sejumlah gerbong yang akan ditambahkan antara lain tujuh gerbong kereta api eksekutif dengan daya tampung 1.614 penumpang, empat gerbong kereta api bisnis yang menampung 2.334 penumpang, tiga gerbong kereta api ekonomi dan satu kereta komunitas yang dapat mengangkut 7.816 penumpang.

Direktur Komersial PT Kereta Api Sulistiyo Wimbo Hardjito mengatakan, tiket kereta api eksekutif bisa dipesan mulai pekan ini. Adapun untuk kereta api ekonomi dan bisnis, tiket dijual pada hari keberangkatan.

Sementara itu, kereta api tambahan yang akan disiapkan antara lain Kereta Kamandanu Lebaran, Kereta Argo Lawu I, Kereta Argo Lawu II, dan Kereta Gajayana Lebaran.

Berdasarkan pengamatan, beberapa kota tujuan memang perlu pengoperasian gerbong kereta api tambahan. Sebab, permintaan tiket masih tetap tinggi dari para calon penumpang. Ini termasuk kota tujuan Solo, Semarang, dan Malang.

"Tapi gerbong kereta tambahan di Stasiun Gambir ini bukan kereta yang sifatnya komunitas atau 'sapu jagat'. Kalau kereta komunitas itu untuk kelas ekonomi," ucap Edi.

Sementara itu, mengenai adanya keterlibatan calo intelektual sebagai penyebab habisnya tiket dengan cepat untuk tanggal dan tujuan favorit, hal ini ditanggapi santai oleh Edi Kuswoyo.

"Sebenarnya tergantung niat dan kemauan saja. Walau aturan dibikin ketat, kalau niat orangnya tidak bener, ya ada saja celahnya," ucap Edi.

Menurut dia, jauh-jauh hari pihaknya telah membuat aturan yang membatasi pembelian tiket dalam jumlah besar. Berdasarkan pantauan siang ini, situasi Stasiun Gambir nampak lengang. Hanya beberapa calon penumpang terlihat hilir mudik di lobi stasiun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau