Belum Ada Solusi Atasi Kenaikan Harga Gula Pasir

Kompas.com - 26/08/2009, 17:47 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com — Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang belum memiliki solusi apa-apa menyikapi kenaikan harga gula pasir yang mulai dinilai tidak wajar ini. Masyarakat hanya diminta bersabar, sembari menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang Triyoga Pranoto mengatakan, pihaknya tidak bisa serta merta mengajukan permintaan operasi pasar (OP) karena pemerintah pusat sendiri tidak memiliki rencana untuk melaksanakan itu. "Oleh karena itu, sekarang ini kami hanya bisa menunggu instruksi lebih lanjut," ujarnya, Rabu (26/8).

Hal ini berbeda jika kenaikan harga ini terjadi pada minyak goreng curah. Jika harga minyak goreng ini naik secara signifikan, maka Pemkab Magelang cukup mengajukan permintaan minyak goreng merek Minyak Kita, yang memang dialokasikan oleh pemerintah pusat untuk program OP.

Di sejumlah pasar di Kabupaten dan Kota Magelang, kemarin, harga gula pasir sudah Rp 9.500 hingga Rp 10.000 per kg. Kenaikan harga gula pasir tersebut sudah berlangsung selama sebulan terakhir, dan semakin melonjak drastis memasuki bulan puasa ini.

Dalam rapat tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diikutinya beberapa waktu lalu, Triyoga mengatakan, kenaikan harga gula pasir ini diduga terjadi akibat ulah spekulan yang menimbun stok. Namun, sejauh ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga belum merumuskan solusi apa pun untuk menyikapi hal ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Temanggung Setyo Pramono mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan dinas setiap dua minggu sekali, satu-satunya harga bahan pokok yang terus naik adalah gula pasir. Namun, kenaikan harga yang terjadi sekarang dinilainya belum terlalu signifikan.

Oleh karena itu, menurut Setyo, masyarakat masih dapat mengatasi kenaikan harga ini dengan mencari pedagang yang menawarkan gula pasir dengan kisaran harga termurah.

"Namun, jika memang tidak ada, dan harga gula pasir tetap dianggap mahal, ya lebih baik masyarakat tidak usah membeli dan mengonsumsi gula pasir saja," ujarnya, saat ditemui dalam kesempatan terpisah beberapa waktu lalu.

OP dapat dilaksanakan untuk semua jenis bahan pokok, jika memang tersedia anggaran. Namun, sejauh ini, Setyo mengatakan, dirinya juga belum tahu, apakah di APBD Kabupaten Temanggung 2009 tersedia dana untuk OP atau tidak.    

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau