MAGELANG, KOMPAS.com — Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang belum memiliki solusi apa-apa menyikapi kenaikan harga gula pasir yang mulai dinilai tidak wajar ini. Masyarakat hanya diminta bersabar, sembari menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang Triyoga Pranoto mengatakan, pihaknya tidak bisa serta merta mengajukan permintaan operasi pasar (OP) karena pemerintah pusat sendiri tidak memiliki rencana untuk melaksanakan itu. "Oleh karena itu, sekarang ini kami hanya bisa menunggu instruksi lebih lanjut," ujarnya, Rabu (26/8).
Hal ini berbeda jika kenaikan harga ini terjadi pada minyak goreng curah. Jika harga minyak goreng ini naik secara signifikan, maka Pemkab Magelang cukup mengajukan permintaan minyak goreng merek Minyak Kita, yang memang dialokasikan oleh pemerintah pusat untuk program OP.
Di sejumlah pasar di Kabupaten dan Kota Magelang, kemarin, harga gula pasir sudah Rp 9.500 hingga Rp 10.000 per kg. Kenaikan harga gula pasir tersebut sudah berlangsung selama sebulan terakhir, dan semakin melonjak drastis memasuki bulan puasa ini.
Dalam rapat tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diikutinya beberapa waktu lalu, Triyoga mengatakan, kenaikan harga gula pasir ini diduga terjadi akibat ulah spekulan yang menimbun stok. Namun, sejauh ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga belum merumuskan solusi apa pun untuk menyikapi hal ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Temanggung Setyo Pramono mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan dinas setiap dua minggu sekali, satu-satunya harga bahan pokok yang terus naik adalah gula pasir. Namun, kenaikan harga yang terjadi sekarang dinilainya belum terlalu signifikan.
Oleh karena itu, menurut Setyo, masyarakat masih dapat mengatasi kenaikan harga ini dengan mencari pedagang yang menawarkan gula pasir dengan kisaran harga termurah.
"Namun, jika memang tidak ada, dan harga gula pasir tetap dianggap mahal, ya lebih baik masyarakat tidak usah membeli dan mengonsumsi gula pasir saja," ujarnya, saat ditemui dalam kesempatan terpisah beberapa waktu lalu.
OP dapat dilaksanakan untuk semua jenis bahan pokok, jika memang tersedia anggaran. Namun, sejauh ini, Setyo mengatakan, dirinya juga belum tahu, apakah di APBD Kabupaten Temanggung 2009 tersedia dana untuk OP atau tidak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang