BANTUL, KOMPAS.com - Kenaikan harga gula selama sepekan terakhir diharapkan bisa dinikmati petani tebu, sekaligus memacu animo mereka untuk memperluas areal tanam. Tujuannya adalah peningkatan produksi gula. Dalam setahun terakhir luas areal tanam tebu di Provinsi DI Yogyakarta turun sekitar 300 hektar.
Sarjimin (55), salah seorang petani tebu di Desa Tirtonirmolo, Bantul, Kamis (27/8) mengaku senang dengan kenaikan harga tersebut. "Karena harga di pasar naik, maka harga jual kami juga naik. Saya berharap kenaikan ini berlangsung lama supaya petani mendapatkan keuntungan lebih untuk merayakan Lebaran," katanya.
Para petani tebu menyetorkan hasil panennya ke Pabrik Gula Madukismo. Setelah diproduksi menjadi gula, 66 persen hasilnya akan kembali kepada petani. Petani bisa langsung menjualnya ke sejumlah pedagang. Artinya kenaikan harga gula sangat dinikmati petani karena mereka mendapatkan untung lebih banyak, kata Rahmat Edi Cahyono, Direktur PG Madukismo.
Menurut Edi, kenaikan harga gula saat ini lebih banyak disebabkan faktor permintaan dan penawaran yang tidak seimbang. Banyak yang butuh gula, sementara produksi gula tidak mencukupi. Jadi secara otomatis harganya naik, katanya.
Kenaikan tersebut, lanjutnya sangat berdampak positif bagi petani. Pasalnya selama ini keuntungan yang mereka peroleh belum optimal. Akibatnya animo menanam tebu turun dan luas areal tanam pun berkurang. Tahun 2007 luas areal tanam di DIY masih sekit ar 5.300 hektar, tetapi tahun ini menyusut menjadi 5.000 hektar.
Penyusutan itu berdampak pada produksi gula. Tahun 2007 produksinya mencapai 40.000 ton, sementara tahun ini diprediksi turun menjadi 37.000 ton. Kebutuhan konsumsi gula untuk DIY sekitar 36.000 ton per tahun . Namun, PG Madukismo masih harus mensuplai kebutuhan gula di wilayah Jawa Tengah Selatan dengan tingkat kebutuhan sekitar 15.000 ton/tahun.
Edi mengatakan stok gula di gudang PG Madukismo saat ini tercatat 4.360 ton. Angka tersebut masih cukup untuk memenuhi konsumsi gula DIY selama sebulan ke depan, katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang