Harga Gula Naik, Petani Tebu Untung

Kompas.com - 27/08/2009, 18:08 WIB

BANTUL, KOMPAS.com - Kenaikan harga gula selama sepekan terakhir diharapkan bisa dinikmati petani tebu, sekaligus memacu animo mereka untuk memperluas areal tanam. Tujuannya adalah peningkatan produksi gula. Dalam setahun terakhir luas areal tanam tebu di Provinsi DI Yogyakarta turun sekitar 300 hektar.

Sarjimin (55), salah seorang petani tebu di Desa Tirtonirmolo, Bantul, Kamis (27/8) mengaku senang dengan kenaikan harga tersebut. "Karena harga di pasar naik, maka harga jual kami juga naik. Saya berharap kenaikan ini berlangsung lama supaya petani mendapatkan keuntungan lebih untuk merayakan Lebaran," katanya.

Para petani tebu menyetorkan hasil panennya ke Pabrik Gula Madukismo. Setelah diproduksi menjadi gula, 66 persen hasilnya akan kembali kepada petani. Petani bisa langsung menjualnya ke sejumlah pedagang. Artinya kenaikan harga gula sangat dinikmati petani karena mereka mendapatkan untung lebih banyak, kata Rahmat Edi Cahyono, Direktur PG Madukismo.

Menurut Edi, kenaikan harga gula saat ini lebih banyak disebabkan faktor permintaan dan penawaran yang tidak seimbang. Banyak yang butuh gula, sementara produksi gula tidak mencukupi. Jadi secara otomatis harganya naik, katanya.

Kenaikan tersebut, lanjutnya sangat berdampak positif bagi petani. Pasalnya selama ini keuntungan yang mereka peroleh belum optimal. Akibatnya animo menanam tebu turun dan luas areal tanam pun berkurang. Tahun 2007 luas areal tanam di DIY masih sekit ar 5.300 hektar, tetapi tahun ini menyusut menjadi 5.000 hektar.

Penyusutan itu berdampak pada produksi gula. Tahun 2007 produksinya mencapai 40.000 ton, sementara tahun ini diprediksi turun menjadi 37.000 ton. Kebutuhan konsumsi gula untuk DIY sekitar 36.000 ton per tahun . Namun, PG Madukismo masih harus mensuplai kebutuhan gula di wilayah Jawa Tengah Selatan dengan tingkat kebutuhan sekitar 15.000 ton/tahun.

Edi mengatakan stok gula di gudang PG Madukismo saat ini tercatat 4.360 ton. Angka tersebut masih cukup untuk memenuhi konsumsi gula DIY selama sebulan ke depan, katanya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau