Tiket KA H+5 dari Madiun ke Berbagai Kota Habis Dalam Sejam

Kompas.com - 27/08/2009, 19:40 WIB

MADIUN, KOMPAS.com - Hanya dalam waktu satu jam 15 menit sejak loket reservasi tiket kereta api di Stasiun Madiun dibuka, Kamis (27/8), tiket keberangkatan kereta api ke berbagai kota untuk tanggal 26 September atau lima hari setelah hari raya Lebaran (H+5) sudah habis dibeli.

Loket dibuka pukul 07.00 tetapi calon pembeli telah berada di sekitar loket sejak sekitar pukul 04.00. Mereka yang jumlahnya mencapai sedikitnya 100 orang itu lalu diberikan nomor urut antrean oleh petugas PT Kereta Api.

Saat loket dibuka, satu persatu nomor urut antrean dipanggil. Namun baru sampai calon pembeli dengan nomor urut 41 atau pada pukul 08.15, petugas loket telah menyatakan seluruh tiket untuk keberangkatan kereta api tanggal 26 September sudah habis.

Padahal di ruang reservasi itu masih terdapat sedikitnya 100 calon pembeli yang belum dipanggil. Sebagian dari mereka tidak percaya dengan pemberitahuan petugas itu lalu mendatangi loket dan menanyakan kembali masih atau tidaknya tiket kereta api untuk sejumlah jurusan. Namun petugas kembali menyatakan tiket kereta sudah habis.

Mahmudi, salah satu calon pembeli yang berasal dari Kaibon, Kabupaten Madiun, mengatakan terpaksa kembali mengantre lagi di stasiun hari ini untuk mencoba membeli tiket keberangkatan tanggal 27 September. "Terpaksa saya datang lagi pukul 04.00 besok," kata Mahmudi yang hendak membeli tiket kereta api tujuan Bandung.

Dia sangat kecewa dengan terbatasnya tiket yang dijual di Stasiun Madiun. Padahal peminat moda transportasi kereta api di Madiun setiap paska Lebaran sangat tinggi. Jadi seharusnya tiket yang dijual disesuaikan dengan jumlah peminat di Madiun, tambahnya.

Arief, calon pembeli tiket lainnya, mengatakan setiap tahun dirinya selalu kesulitan membeli tiket kereta paska Lebaran di Madiun . Tahun lalu dia bahkan tidak dapat tiket padahal dia sudah datang di stasiun setelah sahur. Tiga hari berturut-turut saya datang ke stasiun tahun lalu tetapi tidak dapat juga, akhirnya terpaksa naik bus, ujar calon pembeli tiket tujuan Jakarta ini.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau