Yuddy Bertemu Mbak Tutut

Kompas.com - 27/08/2009, 22:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Departemen Organisasi, Kaderisasi, dan Kepemudaan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Yuddy Chrisnandi, yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, Kamis (27/8) malam, bertemu dengan Ny Siti Hardiyanti Rukmana atau dikenal dengan Mbak Tutut, putri sulung mantan Presiden Soeharto, yang juga pernah menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar.

Pertemuan Yuddy dengan Mbak Tutut dilakukan di rumah Mbak Tutut di Jalan Cendana. Demikian disampaikan Yuddy kepada Kompas. "Setelah shalat tarawih, saya bertemu khusus dengan Mbak Tutut lebih dari 30 menit. Saya menyampaikan apa yang saya sampaikan ketika bertemu dengan Mas Tommy Soeharto," kata Yuddy, yang pernah bertemu dengan adik Mbak Tutut di Gedung Granadi, Jakarta, beberapa hari lalu.

Menurut Yuddy, dalam pertemuan tersebut, ia meminta dukungan dan restu dari Mbak Tutut. "Saya sudah lama mengenal Mbak Tutut. Hubungan saya dengan Mbak Tutut seperti ada benang merahnya. Karena, saya masuk Partai Golkar saat Partai Golkar dipimpin Pak Harmoko (mantan Menteri Penerangan) dan Mbak Tutut sebagai salah satu Ketua DPP Partai Golkar, yaitu bendahara. Dan, saya adalah tim asistensinya pada waktu itu," jelas Yuddy.

Yuddy mengaku, Mbak Tutut memberikan restu dan dukungannya kembali kepadanya. "Saya sampaikan misi dan visi saya sama dengan misi dan visi Mas Tommy dan tidak ada perbedaan. Mbak Tutut harapkan saya dan Mas Tommy saling sinergi," demikian Yuddy.

Sementara belum maju

Ditanya apakah Mbak Tutut tidak ada niat juga untuk maju sebagai calon Ketum Partai Golkar, Yuddy mengatakan, sementara ini tidak. "Saya minta Mbak Tutut maju sebagai calon. Kalau Mbak Tutut mau maju, saya akan mundur. Karena saya tahu kemampuan kepemimpinan dan senioritas Mbak Tutut saat saya menjadi tim asistensi Mbak Tutut dulu. Akan tetapi, kalau Mas Tommy yang maju, saya akan tetap maju dan menjalin komunikasi," ujar Yuddy lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau