JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Departemen Organisasi, Kaderisasi, dan Kepemudaan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Yuddy Chrisnandi, yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, Kamis (27/8) malam, bertemu dengan Ny Siti Hardiyanti Rukmana atau dikenal dengan Mbak Tutut, putri sulung mantan Presiden Soeharto, yang juga pernah menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar.
Pertemuan Yuddy dengan Mbak Tutut dilakukan di rumah Mbak Tutut di Jalan Cendana. Demikian disampaikan Yuddy kepada Kompas. "Setelah shalat tarawih, saya bertemu khusus dengan Mbak Tutut lebih dari 30 menit. Saya menyampaikan apa yang saya sampaikan ketika bertemu dengan Mas Tommy Soeharto," kata Yuddy, yang pernah bertemu dengan adik Mbak Tutut di Gedung Granadi, Jakarta, beberapa hari lalu.
Menurut Yuddy, dalam pertemuan tersebut, ia meminta dukungan dan restu dari Mbak Tutut. "Saya sudah lama mengenal Mbak Tutut. Hubungan saya dengan Mbak Tutut seperti ada benang merahnya. Karena, saya masuk Partai Golkar saat Partai Golkar dipimpin Pak Harmoko (mantan Menteri Penerangan) dan Mbak Tutut sebagai salah satu Ketua DPP Partai Golkar, yaitu bendahara. Dan, saya adalah tim asistensinya pada waktu itu," jelas Yuddy.
Yuddy mengaku, Mbak Tutut memberikan restu dan dukungannya kembali kepadanya. "Saya sampaikan misi dan visi saya sama dengan misi dan visi Mas Tommy dan tidak ada perbedaan. Mbak Tutut harapkan saya dan Mas Tommy saling sinergi," demikian Yuddy.
Sementara belum maju
Ditanya apakah Mbak Tutut tidak ada niat juga untuk maju sebagai calon Ketum Partai Golkar, Yuddy mengatakan, sementara ini tidak. "Saya minta Mbak Tutut maju sebagai calon. Kalau Mbak Tutut mau maju, saya akan mundur. Karena saya tahu kemampuan kepemimpinan dan senioritas Mbak Tutut saat saya menjadi tim asistensi Mbak Tutut dulu. Akan tetapi, kalau Mas Tommy yang maju, saya akan tetap maju dan menjalin komunikasi," ujar Yuddy lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang