Aksen

OPTIMISME BIYAN DALAM "SENSE"

Kompas.com - 30/08/2009, 03:34 WIB

Ninuk Mardiana Pambudy

Pasar tradisional bukan sesuatu yang akrab dengan dunia mode. Meskipun begitu, Biyan merasakan indera dan rasanya terstimulasi oleh suasana pasar, oleh beragam warna dan tekstur sayur, buah, dan bunga di sana.

Suasana pasar tradisional menjadi latar panggung pergelaran Biyan. Buah dan sayur aneka warna dalam keranjang anyaman bambu, pun bunga sedap malam dan anggrek kalajengking merah dalam wadah-wadah mewarnai suasana pasar yang dihidupi para ”penjual dan pembeli” yang diperankan pemain asuhan Teater Tetas Bulungan, Jakarta.

Sebelumnya, penari Andara F Moeis (23) mengoreografi tari mengantar pergelaran. Tahun lalu Andara masih tampil sebagai salah satu penari dalam pergelaran Biyan. Dia adalah salah satu penari yang menerima hibah dari Yayasan Kelola untuk meningkatkan kemampuan mereka. Tahun ini adalah tahun kedua pergelaran Biyan menjual kursi di deretan pertama dan kedua, yang hasil seluruhnya diberikan kepada Yayasan Kelola sebagai bagian dari memberi kesempatan kepada perempuan penari meningkatkan kecakapan mereka.

Suasana pasar mengantarkan pada koleksi 2009-2010 rancangan Biyan Wanaatmadja. Dari antara kesibukan suasana pasar itu, para model muncul menuju panggung yang membelah dua ruang pergelaran di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (26/8) malam.

Biyan menyebut koleksinya ”Sense”. Pasar yang dia lihat di Jakarta, Singapura, Hongkong, London, atau Paris, begitu kata Biyan, selalu menyentuh dan merangsang indera dan perasaan melalui bau, warna, tekstur, bahkan komunikasi yang terjadi di ruang sosial itu.

”Ada elemen tak terduga di pasar tradisional, berbeda dari belanja di mal atau toko swalayan yang semua serba teratur dan pasti,” kata Biyan dalam percakapan sepekan sebelum pergelaran.

Elemen tak terduga koleksi ini adalah hadirnya warna dan tekstur. Warna-warna seperti ungu terung, merah jambu biji atau bisa juga merah jambu mawar, hijau bayam, dan biru hidrangea muncul silih berganti, berpadu dengan warna kulit, nude. Warna-warna itu pun dipadukan dalam satu tampilan sehingga memberi tampilan tak umum, tetapi tetap dalam harmoni.

Tabrak motif juga menonjol dalam ”Sense”. Atasan bermotif bunga-bunga cerah di atas latar biru muda atau nude, misalnya, dipadukan dengan rok bermotif jumputan irisan polong buah dalam warna coklat-ungu.

Pilihan pada warna-warna cerah ini di luar kebiasaan Biyan. ”Ingin memberi sesuatu yang beda, suasana optimistis,” kata Biyan.

Selain pilihan warna yang kaya, Biyan juga menggunakan banyak payet logam dan manik kristal bernuansa keemasan yang mengingatkan pada kemeriahan pasar Timur Tengah dan Asia Selatan. Untuk mengimbangi segala gemerlap itu, perancang ini memadukannya dengan atasan dan rok atau celana polos dalam konsep padu padan yang kokoh.

Siap pakai

Sepintas tidak terlalu banyak perubahan siluet dibandingkan dengan koleksi Biyan tahun lalu ketika merayakan 25 tahun berkarya dengan mengangkat kekayaan Indonesia. Kali ini dia tetap banyak draperi yang memberi keleluasaan gerak, te- tapi dengan detail berbeda pada 100 potong rancangannya. Pemilihan bahan dikombinasi teknik potonglah yang membuat gaun itu berefek ramping.

Draperi hadir pada rok dan memberi kesan seperti sarung, di kerah (cowl neck), pada celana panjang yang mengingatkan pada celana galembong dari Sumatera Barat, hingga baju malam berpunggung terbuka hingga ke pinggang.

Kali ini Biyan menggunakan kain tenun ATMB (alat tenun bukan mesin) dari Garut dan Solo, bertekstur jacquard dan terawang, diberi motif ikat atau bunga. Meski banyak tenun ATBM diproduksi di dua kota itu, sentuhan desainlah—motif, warna, teknik potong, hingga pemilihan dan penempatan manik dankristal—yang membuat tenun itu berubah dari kriya menjadi mode.

Detail lain hadir pada blus multifungsi dengan memainkan bentuk pundak: bisa dikenakan satu sisi atau dua pundak. Payet dan manik logam serta kristal gemerlapan mendominasi gaun, atasan, jaket untuk acara cocktail dan gaun malam. Mungkin terlalu banyak untuk sebagian orang, sementara yang lain melihat sebagai saat berubah dan menjadi lebih optimistis. Kenapa tidak?

”Koleksi ini sangat siap pakai dan cantik. Banyak yang akan disukai pembeli, biarpun mungkin banyak yang mengharap ada lebih banyak gaun malam,” kata Presiden Direktur Metro Department Store Christine Barki seusai pergelaran.

Di antara undangan malam itu, ada Preston Bailey, penyelenggara pesta bagi para socialite yang pelanggannya tersebar di Amerika, Timur Tengah, dan Asia, yang datang dari berlibur di Bali. ”Saya datang ke Jakarta hanya untuk acara Biyan. Besok pulang ke New York,” kata Bailey, yang tahun lalu merancang pergelaran Biyan Bride di Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau