Transmigrasi, Salah Satu Solusi Perbatasan NKRI

Kompas.com - 04/09/2009, 10:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Begitu banyak persoalan bangsa ini yang harus segera diselesaikan. Klaim negara tetangga soal wilayah, kebudayaan, hingga harga diri merupakan persoalan rumit yang harus segera dicarikan solusi.

"Selain itu, masih ada persoalan besar bangsa ini yaitu bagaimana mengatasi kemiskinan dan kepadatan penduduk di kota besar," demikian dikatakan Aswin Ali Nasution, Ketua Umum Kader Muda Demokrat, dalam bincang-bincang bersama jajaran Depnakertrans, di Jakarta.

Menurut Aswin, ada beberapa variabel yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan tersebut. "Salah satunya adalah dengan menggalakkan transmigrasi. Saya melihat transmigrasi memiliki muatan strategis untuk mengatasi persoalan masyarakat di kota besar dan padat penduduknya," katanya.

Pertama, transmigrasi dianggap mampu sebagai solusi mengatasi kepadatan penduduk, artinya transmigrasi merupakan satu-satunya departemen yang mampu melakukan pemerataan penduduk.

Kedua, menurut Aswin, lewat transmigrasi persoalan perekonomian rakyat juga mampu diatasi. "Nah, variabel yang ketiga, transmigrasi bisa digunakan sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI," ujar Aswin.

Ditinjau dari persoalan bangsa akhir-akhir ini di wilayah perbatasan dengan Malaysia rawan dengan permasalahan. Untuk ke depannya diharapkan hal tersebut jangan sampai terjadi lagi.

"Jika semua wilayah perbatasan dan pulau-pulau yang belum berpenghuni kita kirim para transmigran untuk membuka lahan maka pertumbuhan ekonomi, pemerataan penduduk, dan pertahanan nasional benar-benar akan terwujud," katanya.

Aswin Nasution berharap, semua program tersebut dapat terwujud apabila ketransmigrasian ini menjadi departemen tersendiri. Alasan yang mendasar adalah kalau tidak dipisah dengan tenaga kerja maka optimalisasi dalam kinerja ketransmigrasian tidak akan pernah tercapai.

“Untuk itulah kami sebagai kader muda Demokrat sangat peduli dan kami siap mengirimkan transmigran di seluruh pelosok Tanah Air," demikian diungkapkan Aswin Ali Nasution dalam mengakhiri perbincangan. (gie)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau