GLASGOW, KOMPAS.com — Skotlandia mencatatkan kemenangan 2-0 atas Macedonia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010 di Zona Kualifikasi Eropa Grup 9. Mereka pun bertahan di posisi runner-up klasemen, sekaligus menjaga peluang lolos ke putaran final melalui play-off.
Sebelum pertandingan, Skotlandia dan Macedonia sama-sama mengantongi tujuh poin. Skotlandia berhak berada di peringkat kedua karena unggul selisih gol. Dengan dua laga tersisa, Skotlandia tahu mereka harus terus menang untuk menjaga peluang lolos di putaran final.
Karenanya, mereka pun tak membuang peluang main di kandang. Begitu peluit tanda laga dimulai berbunyi, mereka langsung menggebrak lawan dengan permainan cepat. Sayang, taktik mereka tak berjalan lancar. Macedonia, yang juga membutuhkan poin penuh, tak ragu meladeni permainan terbuka tuan rumah.
Respons ofensif Macedonia memaksa Skotlandia menarik serangannya dan mengatur pertahanan. Keputusan ini tepat. Pasalnya, hanya dalam beberapa saat saja, Skotlandia dipaksa bertahan oleh Macedonia. Dengan pertahanan disiplin, meski terdesak, mereka berhasil menggagalkan usaha lawan mencetak gol.
Setidaknya, selama 20 menit pertama, Skotlandia nyaris tanpa peluang maju. Mereka malah direpotkan oleh serangan Macedonia yang nyaris merobek jala Craig Gordon. Pada menit ke-11, misalnya, Goran Popov melepaskan tembakan keras ke gawang Skotlandia. Untung saja, Gordon berhasil mengandaskan ancaman itu.
Skotlandia juga belum menyerang ketika Macedonia kembali menciptakan peluang pada menit ke-19 melalui Filip Despotovski. Lagi-lagi, Gordon berhasil menyelamatkan gawangnya.
Menit-menit selanjutnya, Skotlandia juga kesulitan mengembangkan permainan. Meski beberapa kali mampu menguasai bola dan maju menyerang, upaya mereka kandas sebelum sempat mengeksekusi.
Sebaliknya, Macedonia yang berhasil menebar ancaman juga tak kunjung mendapat gol. Penyelesaian yang terburu-buru membuat banyak kesempatan terbuang percuma.
Tawar-menawar berjalan begitu alot. Secara umum, kedua tim masih saling menjajaki. Hasil 0-0 kiranya cukup adil bagi keduanya menutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, Skotlandia membenahi taktik mereka. Bila sebelumnya mereka terlihat sangat bernafsu menang, kali ini mereka bermain lebih tenang. Memainkan penguasaan bola, mereka memainkan tempo sedang dan memanfaatkan lebar lapangan untuk merusak konsentrasi dan memecah barisan pertahanan lawan.
Setelah beberapa saat melakukan eksperimen, Skotlandia melihat Macedonia agak lemah menghadapi umpan-umpan silang. Skotlandia pun mulai melakukan variasi umpan silang dari sektor kiri dan kanan lapangan.
Ketekunan Skotlandia akhirnya membuahkan gol yang dicetak oleh Scott Brown pada menit ke-56. Gol bermula dari umpan silang Steven Fletcher. Brown yang berada di tengah kotak penalti berhasil melepaskan diri dari pengawalan dan menanduk bola masuk ke sudut kiri bawah gawang Jane Nikoloski.
Seakan mengerti taktik lawan, Macedonia pun memperbaiki pertahanan mereka. Hal ini berdampak pada menurunnya daya gempur Macedonia. Hal ini dimanfaatkan Skotlandia untuk terus menekan lawan.
Namun, tekanan Skotlandia hanya mempertahankan keunggulan. Mereka nyaris tak melakukan penetrasi dan cenderung hanya membatasi ruang gerak musuh supaya tak lagi menyebar ancaman.
Ternyata, taktik ini malah membuahkan gol kedua yang dicetak James McFadden pada menit ke-81. Saat itu, ia berada di kotak penalti. Melihat musuh yang menutup ruang untuk mengumpan, ia memutuskan langsung menembakkan bola. Ternyata, tendangan jarak jauhnya gagal dihalau Nikoloski dan masuk ke gawang Macedonia.
Gol itu tak mengubah jalannya permainan. Skotlandia tetap pada taktiknya mendesak lawan di wilayah pertahanan mereka. Kemudian, meski Macedonia mencoba, mereka kesulitan melepaskan diri dari kurungan lawan.
Permainan alot ini bertahan hingga akhir pertandingan. Papan skor pun tetap menunjukkan angka 2-0 untuk tuan rumah ketika peluit berbunyi panjang.
Dengan tambahan tiga angka, Skotlandia semakin kokoh di peringkat kedua dengan sepuluh poin atau unggul tiga angka dari Macedonia di tempat ketiga. Dengan satu laga tersisa, Skotlandia berpeluang besar mengakhiri penyisihan fase grup sebagai runner-up.
Untuk masuk babak play-off, Skotlandia bergantung pada hasil grup lain. Pasalnya, dari sembilan grup, hanya akan dipilih delapan runner-up terbaik untuk masuk play-off.
Susunan pemain
Skotlandia: Gordon; Alexander, Weir, Davidson (Whittaker 14), Hutton; McManus; D Fletcher, Brown (Hartley 73); McFadden, Miller, S Fletcher (Maloney 68).
Macedonia: Nikoloski; Mitreski, Sedloski, Noveski, Popov; Sumulikoski, Georgievski (Grozdanovski 69), Despotovski; Naumoski (Tasevski 74), Stojkov (Ibraimi 79), Pandev.