Pengungsi di Desa Pamoyanan dan Desa Cikangkareng, menurut data Taruna Tanggap Bencana, mencapai 4.700 orang. Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) Jawa Barat, sampai pukul 18.00, Sabtu, mencatat korban gempa sebanyak 70 orang tewas, 30 orang hilang, dan 893 orang luka-luka. Adapun jumlah pengungsi di daerah ini mencapai 75.386 orang. Jumlah rumah hancur tercatat 2.542 buah, rusak berat 43.189 buah, dan rusak ringan 95.782 buah. Selain itu, sejumlah sekolah, pesantren, dan masjid rusak. Koordinator Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Cianjur Aziz Abdul Majid, Sabtu (5/9), mengatakan, persediaan beras mereka tinggal 4 kuintal. ”Dua hari terakhir, pengungsi hanya mendapat jatah makan seadanya pada saat sahur dan buka puasa. Menunya nasi putih dengan mi instan atau nasi putih dengan sarden,” kata Aziz. Aziz berharap pemerintah segera memasok beras dan lauk-pauk agar pengungsi tidak telantar. Bantuan dari donatur terus berdatangan ke posko pengungsian, tetapi sebagian besar bukan berupa bahan makanan. Selain persoalan logistik, pengungsi di Cibinong, Cianjur, juga menghadapi masalah keterbatasan tempat mandi, cuci, dan kakus, air bersih, serta listrik di tempat penampungan. Evakuasi korban longsoran tebing batu di Cianjur pada Sabtu dibantu 10 anjing pelacak dari Markas Besar Polri dan Kepolisian Daerah Jawa Barat serta satu alat berat yang akhirnya bisa masuk ke lokasi. Sebelumnya, alat berat hanya bisa menyingkirkan material di ujung longsoran. Sabtu sore ditemukan lagi dua korban, Tatin Handayani (35) dan anaknya, M Afansah (tiga minggu). Dengan demikian, jumlah korban tewas yang ditemukan di Cianjur mencapai 26 orang. Di Desa Jayapura, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, infrastruktur penunjang sanitasi lingkungan di lokasi pengungsian korban gempa mulai dibangun, Sabtu. Antara lain, jamban darurat, hidran umum, dan mobil pengolah air bersih. Camat Cigalontang Yayat Hidayat mengatakan, penunjang sanitasi itu beserta tangki air bersih merupakan bantuan Departemen Pekerjaan Umum. ”PDAM memasok air bersih dua tangki tiap hari,” kata Yayat. Air itu digunakan sekitar 1.220 pengungsi di Desa Jayapura, Puspajaya, Lengkongjaya, dan Tenjonagara, Kecamatan Cigalontang. Air bersih itu belum mencukupi kebutuhan warga, tetapi Yayat berharap hal itu bisa digunakan optimal agar kesehatan pengungsi terjaga. Dokter Puskesmas Cigalontang Saidah menambahkan, pengungsi rentan terkena diare. Hari Sabtu tercatat ada delapan pasien diare berobat ke posko kesehatan darurat. Penyakit lain adalah infeksi saluran pernapasan atas. Data Serikat Petani Pasundan dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar menyebutkan, sebanyak 32 desa di 20 kecamatan pada empat kabupaten, yaitu Garut, Ciamis, Tasikmalaya, dan Cianjur, belum tersentuh penanganan bencana. ”Puluhan rumah hancur dan ratusan lain rusak berat. Korban luka-luka ditangani seadanya oleh puskesmas setempat,” kata Kepala Program Asistensi Penanganan Bencana Serikat Petani Pasundan Ibang Lukmanurdin, Sabtu. Menurut Ibang, hal itu sudah dilaporkan ke pemerintah daerah setempat. Namun, belum ada pengiriman bantuan ke sejumlah daerah korban bencana. Koordinator Kebencanaan Walhi Jabar Dadang Sudarja mengatakan, kejadian ini menandakan lemahnya Pemprov Jabar dalam menangani bencana. Mereka masih bertindak reaktif. Ketua Satkorlak PB Jabar Dede Yusuf mengakui kondisi itu. Penyebabnya adalah sulitnya koordinasi antardaerah karena terkendala kondisi geografis. ”Kami terus melakukan pendataan guna menyebarkan bantuan. Hal ini akan kami jadikan pelajaran dalam rencana pembentukan badan penanggulangan bencana di daerah,” katanya. Bantuan dari pembaca Kompas untuk korban gempa Tasikmalaya yang disalurkan lewat Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) diserahkan Kepala Biro Kompas Jawa Barat Dedi Muhtadi kepada Asisten Daerah I Kabupaten Tasikmalaya Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Djedje Suhendi, di Posko Bencana Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu. Bantuan berupa selimut 300 buah, pakaian pria dan wanita masing-masing 300 buah, pembalut 600 buah, air minum dalam kemasan 50 dus, obat nyamuk bakar dan oles 18 dus, sarung 300 buah, serta kaus 500 buah. Total bantuan senilai Rp 50 juta. Asisten II Kabupaten Tasikmalaya Bidang Sosial dan Budaya Budi Utarma menambahkan, Pemkab Tasikmalaya mengkhawatirkan nasib ribuan siswa yang sekolahnya hancur akibat gempa. Budi berharap ada donatur membantu membangun sekolah. Di Palangkaraya, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Kalimantan Tengah, Sabtu dan Minggu (6/9), menggalang dana untuk korban gempa Jawa Barat. Sekitar 20 kader KAMMI mengedarkan kardus mengimbau kerelaan para pengguna jalan di bundaran besar Palangkaraya untuk memberikan donasi. Data kerusakan rumah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, akibat gempa bertambah menjadi 2.692 rumah. Rinciannya, 445 rumah roboh, 801 rusak berat, dan 1.446 rusak ringan. Jumlah rumah rusak itu dua kali lipat dari perhitungan hari pertama pascagempa, yaitu 1.245 rumah. Menurut Wakil Bupati Cilacap Tato Suwarto Pamudji, saat memberi paparan kepada Gubernur Jateng Bibit Wajuyo di Majenang, Cilacap, Sabtu, penambahan jumlah rumah rusak itu merupakan hasil rekapitulasi terbaru pendataan dampak gempa di Kabupaten Cilacap. Selain itu, ditemukan 1 sekolah roboh, 5 sekolah rusak berat, 5 pasar roboh, dan 3 pasar rusak berat. Lima mushala rusak berat dan tiga mushala rusak ringan. Gubernur mengatakan, Pemprov Jateng akan segera memberikan bantuan perbaikan rumah rusak, selama Pemkab Cilacap dapat melaporkan data kerusakan rumah. Kalau dana bantuan Pemprov Jateng tak cukup, pihaknya akan meminta tambahan dana bantuan bencana kepada pemerintah pusat. Sesuai dengan peraturan gubernur, rumah roboh akan mendapat bantuan Rp 3 juta, rumah rusak Rp 2 juta, dan renovasi tempat ibadah Rp 6 juta. Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) yang mengelola 5.200 peternak sapi perah di wilayah Bandung Selatan kembali beroperasi Jumat (4/9) setelah hampir dua hari lumpuh akibat gempa bumi. Produksi susu dari wilayah Pangalengan dan sekitarnya diperkirakan pulih dalam waktu satu minggu. Menurut Ketua II Bidang Proses Pemasaran Hasil Budidaya KPBS Aun Gunawan, susu yang disetorkan peternak mencapai 90 persen dari kapasitas yang biasa diterima KPBS sekitar 130 ton. Gempa bumi menyebabkan kerusakan pada bagian dalam pengolahan susu yang dimiliki KPBS di Kecamatan Pangalengan maupun Kertasari.