Jelang Lebaran, Polisi Patroli Selama 24 Jam

Kompas.com - 06/09/2009, 19:41 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Kawasan permukiman penduduk sangat rawan dari aksi kejahatan menjelang hingga pemudik meninggalkan Kota Tangerang. Oleh karenanya,Kepolisian Resor Metropolitan Kota Tangerang memperketat keamanan kawasan permukiman sejak seminggu menjelang lebaran dan hingga pemudik balik lagi atau arus balik.

"Keamanan di kawasan permukiman akan lebih ditingkatkan dari hari biasa. Anggota kami akan melakukan patroli selama 24 jam di kawasan permukiman penduduk," papar Kepala Polres Metropolitan Kota Tangerang, Komisaris Besar (Kombes) Hamidin, Minggu (6/9) menangapi kesiapan pengamanan Idul Fitri mendatang.

Hamidin menjelaskan, sebanyak 36 mobil patroli akan dikerahkan selama 24 jam di permukiman penduduk," kata Hamidin.

Selain patroli dari Polres, jelas Hamidin, pihaknya akan mengerahkan masing-masing empat satuan Samapta di setiap kepolisian sektor se-Kota Tangerang.

Rawan

Hamidin menjelaskan, kawasan permukiman rawan kejahatan saat penduduk meninggalkan rumah untuk mudik ke kemapung halaman mereka. "Dalam kondisi rumah yang kosong, menjadi kesempatan bagi kawanan perampok untuk melakukan aksi mereka," papar Hamidin.

Kapolres meminta agar masyarakat yang tidak mudik bisa ikut membantu kepolisian menjaga keamanan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Secara terpisah, Kepala satuan reserse dan kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metropolitan Kota Tangerang, Komisaris Polisi Budhi Herdi Susianto mengatakan, selain permukiman penduduk aksi kejahatan menjelang lebaran rawan terjadi di bank dan pertokoan emas.

"Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, transaksi perbankan dan pembelian perhiasan emas biasanya ramai di kunjung menjelang lebaran nanti. Meningkatnya transaksi ini dikhawatirkan tingkat kriminalitis akan terjadi," jelas Budhi.

Oleh karena itu, kata Budhi, puluhan anggota polisi dari Polres Metropolitan Kota Tangerang telah ditempatkan di bank-bank dan toko emas yang ramai dikunjung masyarakat.

Anggota Reskrim yang ditempatkan di lokasi-lokasi tersebut, kata Budhi, berpakain preman lengkap dengan senjata api.

Budhi juga menambahkan pihaknya juga siap memberikan pengawalan bagi warga atau perusahan yang ingin mengambil uang di bank untuk membayar tunjungan hari raya (THR) bagi karyawan. "Masyarakat tidak sungkan atau takut kami siap memberikan pengawalan tanpa dilakukan pemungutan bayaran," ujar Budhi. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau